HOME  ⁄  Geopolitik

Kedutaan China di Jepang Aktifkan Respons Darurat Usai Gempa Kumamoto Bermagnitudo 7,1

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kedutaan China di Jepang Aktifkan Respons Darurat Usai Gempa Kumamoto Bermagnitudo 7,1
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning. /ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Kedutaan Besar dan Konsulat China di Jepang mengaktifkan respons darurat setelah gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7), yang diikuti gempa susulan bermagnitudo 6,1.

China Keluarkan Peringatan bagi Warganya

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan perwakilan diplomatik China segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dan mengeluarkan peringatan konsuler bagi warga negaranya.

Ia mengungkapkan, "Kedutaan dan konsulat China di Jepang segera mengaktifkan respons darurat dan mengeluarkan peringatan konsuler yang menyarankan warga negara China untuk bersiap menghadapi kemungkinan tsunami dan gempa susulan."

Mao menyampaikan pemerintah China terus memantau perkembangan situasi pascagempa dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban.

Ia mengatakan, "Kami memantau dengan saksama dampak gempa bumi di Kumamoto. Kami berduka atas korban jiwa dan menyampaikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan dan para korban luka."

Ia menambahkan, "Kami siap membantu warga negara kami kapan pun dibutuhkan."

Korban Bertambah dan Operasi Penyelamatan Berlanjut

Pemerintah Jepang menyatakan hingga Rabu (29/7) sebanyak 13 orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka serius, dan 29 lainnya mengalami luka ringan akibat gempa tersebut.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan banyak korban diduga masih terjebak di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan AEON di Kota Kashima dan pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro.

Pemerintah Jepang telah membuka sekitar 450 pusat evakuasi yang menampung sekitar 7.700 orang, sementara sekitar 4.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang dan 2.000 petugas kepolisian dikerahkan untuk mendukung penanganan bencana.

Gempa tersebut juga menyebabkan sejumlah perusahaan semikonduktor, manufaktur, dan layanan logistik menghentikan sementara operasional sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi apabila penutupan berlangsung lebih lama.

Penulis :
Aditya Yohan