
Pantau - Jumlah korban tewas akibat gempa bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7) bertambah menjadi 17 orang, sementara upaya pencarian dan penyelamatan di pusat perbelanjaan yang runtuh serta pabrik kertas yang rusak masih terus dilakukan.
Pencarian Korban Terus Berlanjut
Pihak berwenang setempat melaporkan enam orang masih tidak merespons dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Lima korban tewas ditemukan di pusat perbelanjaan Aeon di Kashima yang mengalami ledakan setelah gempa.
Delapan korban lainnya berada di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro yang mengalami kerusakan parah pada sejumlah cerobong asap.
Ribuan Warga Masih Mengungsi
Layanan Kyushu Shinkansen antara Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-chuo masih dihentikan karena pemeriksaan tingkat kerusakan belum selesai dilakukan.
Operator kereta menargetkan layanan antara Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka dan Stasiun Kumamoto dapat kembali beroperasi pada Kamis.
Hingga Rabu malam (29/7), ribuan rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik dan kekurangan pasokan air sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi para pengungsi.
Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan lebih dari 10.000 orang masih berada di pusat-pusat evakuasi hingga Kamis pagi.
Gempa susulan masih terus terjadi setelah gempa utama yang mencapai tingkat 7 pada skala intensitas gempa Jepang mengguncang wilayah Uki dan Hikawa pada Selasa (28/7) pukul 16.27 waktu setempat.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, pada tingkat intensitas tersebut seseorang tidak dapat berdiri tegak atau bergerak tanpa merangkak serta berpotensi terlempar ke udara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



