HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris Terancam Resesi pada 2027 Jika Selat Hormuz Tetap Ditutup, Sebut Laporan EY

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Inggris Terancam Resesi pada 2027 Jika Selat Hormuz Tetap Ditutup, Sebut Laporan EY
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Masyarakat berjalan dekat Menara Big Ben, London, Inggris, pada Selasa (27/1/2026). (ANTARA/Xinhua/Li Ying/aa).)

Pantau - Inggris berpotensi mengalami resesi pada 2027 apabila Selat Hormuz tidak kembali dibuka hingga awal atau setidaknya pertengahan tahun depan, menurut laporan surat kabar The Independent yang mengutip analisis perusahaan konsultan EY.

Laporan tersebut memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Inggris hanya akan tumbuh 0,5 persen pada 2026 dan kemudian menyusut 0,2 persen pada 2027 apabila penutupan Selat Hormuz terus berlanjut.

Penutupan Selat Hormuz Diperkirakan Dorong Inflasi

EY menyebutkan skenario tersebut juga berpotensi mendorong inflasi Inggris meningkat hingga 6,4 persen pada akhir 2026 akibat lonjakan biaya minyak dan energi.

Kondisi itu dinilai dapat memberikan tekanan besar terhadap perekonomian Inggris apabila jalur pelayaran strategis tersebut tidak kembali beroperasi.

Ketegangan AS-Iran Picu Penutupan Jalur Pelayaran

Pada 8 Juli lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang diteken dengan Iran pada 18 Juni tidak lagi berlaku.

Pasukan Amerika Serikat kemudian kembali melancarkan serangan ke Iran dengan alasan sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Iran membalas serangan tersebut dengan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, memblokade Selat Hormuz, serta menuding Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Laporan mengenai potensi dampak ekonomi terhadap Inggris tersebut mengutip analisis perusahaan konsultan EY yang dipublikasikan melalui surat kabar The Independent.

Penulis :
Ahmad Yusuf