HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sebut Perundingan AS-Iran Dimulai Senin, Optimistis Kesepakatan Segera Tercapai

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Sebut Perundingan AS-Iran Dimulai Senin, Optimistis Kesepakatan Segera Tercapai
Foto: (Sumber :Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan saat KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (ANTARA/Anadolu/Akın Çeliktaş).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perundingan dengan Iran akan dimulai pada Senin sore waktu setempat setelah dirinya membatalkan rencana serangan militer demi memberi ruang bagi upaya diplomasi terkait Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.

Trump Batalkan Serangan Demi Jalur Diplomasi

Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One pada Minggu (2/8).

"Kami diminta oleh tiga kelompok utama. Kami juga menerima permintaan yang sangat kuat dari Iran, bahwa mereka ingin mencapai kesepakatan," ungkap Trump.

Ia mengatakan operasi militer yang semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat dibatalkan setelah Iran dan sejumlah negara di kawasan meminta Amerika Serikat menahan diri.

"Serangan itu akan menjadi operasi besar-besaran. Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya. Mereka berkata, tolong jangan lakukan itu. Negara-negara tetangga mereka juga menyampaikan hal yang sama," ujarnya.

Trump menambahkan Arab Saudi juga mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.

"Mereka meyakini bahwa kesepakatan sudah semakin dekat, terutama terkait Selat Hormuz dan pada akhirnya menyangkut denuklirisasi," katanya.

AS Tetap Siap Gunakan Opsi Militer

Trump menyatakan belum menetapkan tenggat waktu untuk tercapainya kesepakatan dengan Iran.

"Kita lihat saja nanti," ujarnya.

Meski mengedepankan jalur diplomasi, Trump menegaskan Amerika Serikat tetap siap menggunakan kekuatan militer apabila diperlukan.

"Saya lebih memilih mencapai kesepakatan. Saya tidak ingin membunuh orang karena banyak nyawa akan melayang dan kami tidak menginginkannya," katanya.

Trump juga menyebut operasi militer yang sempat direncanakan akan berdampak besar terhadap Iran, namun menolak menjelaskan lebih lanjut saat ditanya apakah serangan tersebut akan menyasar infrastruktur energi negara itu.

Penulis :
Ahmad Yusuf