HOME  ⁄  Nasional

Anggota Komisi I DPR Desak Indonesia Ambil Peran Aktif Dorong Penghentian Serangan AS ke Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Anggota Komisi I DPR Desak Indonesia Ambil Peran Aktif Dorong Penghentian Serangan AS ke Iran
Foto: (Sumber :Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal. Foto: Arief/Arifman.)

Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam mendorong penghentian serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran serta mengedepankan upaya diplomasi untuk meredakan konflik yang dinilai berpotensi memperburuk situasi global.

Seruan tersebut disampaikan menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran yang disebut Washington sebagai balasan atas serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania.

Dorong Diplomasi dan Gencatan Senjata

Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical mengungkapkan, "Indonesia harus konsisten menyuarakan penghentian serangan dan mendorong semua pihak menahan diri. Tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan melalui perang berkepanjangan. Jalan dialog dan diplomasi harus menjadi pilihan utama."

Ia meminta pemerintah memanfaatkan posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional untuk menggalang dukungan demi terwujudnya gencatan senjata.

Menurutnya, Indonesia memiliki amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Deng Ical juga mengungkapkan, "Indonesia bersama PBB dan negara-negara sahabat harus mengajak Amerika Serikat dan Iran duduk bersama di meja perundingan. Gencatan senjata harus segera diwujudkan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan."

Konflik Dinilai Berdampak Luas

Deng Ical menilai perang yang terus berlangsung tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat konflik, tetapi juga membawa konsekuensi besar bagi masyarakat dunia.

Ia mengungkapkan, "Rakyat sipil selalu menjadi pihak yang paling menderita. Selain korban jiwa, konflik ini akan memicu krisis kemanusiaan, mengganggu stabilitas kawasan, serta meningkatkan ketidakpastian global."

Menurutnya, konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengganggu rantai pasok global, meningkatkan harga energi, serta memberi tekanan terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ia menegaskan, "Perang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dunia membutuhkan perdamaian, bukan eskalasi konflik. Semua pihak harus mengedepankan diplomasi demi menjaga stabilitas dan melindungi kehidupan masyarakat sipil."

Penulis :
Aditya Yohan