
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir, setelah proses perundingan disebut mengalami kemajuan dan kini berada dalam fase finalisasi.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat kabinet.
Ia mengungkapkan bahwa proses perundingan telah mengalami kemajuan dan saat ini sedang berada dalam tahap finalisasi.
Pembahasan Fokus pada Rute Pelayaran Baru
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei turut menjelaskan perkembangan pembicaraan dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV, pada Minggu.
Baghaei menegaskan bahwa kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman tidak berkaitan dengan pembukaan kembali maupun penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Menurutnya, kedua negara sedang berupaya menyepakati rute pelayaran baru di Selat Hormuz menggunakan format skema pemisahan lalu lintas pelayaran.
Baghaei menjelaskan skema tersebut dirancang untuk menjamin hak kedaulatan Iran dan Oman, melindungi kepentingan nasional kedua negara, serta menjaga keamanan nasional Iran.
Ketegangan Meningkat Usai Serangan Militer
Teheran memperketat pengawasan dan kendali atas Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Bulan lalu, militer Amerika Serikat kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap sasaran di Iran.
Amerika Serikat menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pemerintah Amerika Serikat menyebut tujuan operasi itu adalah "melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial".
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Arian Mesa



