
Pantau - Australia mengonfirmasi peristiwa kematian massal pertama akibat virus flu burung galur H5N1 yang sangat patogenik setelah puluhan burung dara laut jambul ditemukan mati dan sakit di sebuah pulau kecil di lepas pantai Negara Bagian Australia Selatan, sebagaimana disampaikan otoritas setempat pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kematian Massal Burung Laut Terkonfirmasi
Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Air Australia Murray Watt menyatakan sekawanan burung dara laut jambul tersebut positif terinfeksi virus flu burung galur H5N1 yang sangat patogenik.
Sebanyak 49 burung ditemukan dalam kondisi mati.
Sebanyak 35 burung lainnya ditemukan dalam kondisi sakit.
Burung-burung tersebut ditemukan melalui pemantauan udara di sebuah pulau kecil yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pesisir tenggara Australia Selatan pada Jumat, 31 Juli 2026.
Penemuan itu terjadi di tengah lonjakan kasus H5N1 di Negara Bagian Australia Selatan.
Julie Collins mengatakan peristiwa kematian massal tersebut diperkirakan terjadi setelah galur H5N1 pertama kali terdeteksi di daratan utama Australia pada pertengahan Juni 2026.
"Sayangnya, kami mengetahui bahwa begitu flu burung H5 menyebar di alam liar dan lingkungan alami, mustahil untuk menghindari kematian satwa liar dalam jumlah besar, yang mulai kita lihat saat ini," ungkap Julie Collins.
"Masyarakat Australia harus bersiap menghadapi peningkatan penyebaran dan kenaikan jumlah satwa liar yang terdampak," lanjut Julie Collins.
Pemerintah Tambah Pendanaan Penanganan Wabah
Pemerintah federal Australia sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar 113 juta dolar Australia atau sekitar 79,5 juta dolar AS untuk pengawasan penyebaran H5N1, respons terhadap wabah, serta langkah-langkah kesiapan sebelum galur H5N1 tiba di daratan utama Australia.
Murray Watt mengatakan pada Senin bahwa rencana penanganan nasional untuk galur H5N1 telah diaktifkan.
Pemerintah Australia juga menambah pendanaan sebesar 24 juta dolar Australia untuk mendukung penanganan wabah.
- Penulis :
- Shila Glorya



