
Pantau - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus menyebar dengan cepat dan kini menjadi wabah terbesar yang pernah tercatat di negara tersebut berdasarkan data hingga akhir Juli 2026.
Kasus dan Korban Terus Meningkat
WHO menyatakan wabah penyakit akibat virus Bundibugyo (BVD) terus memburuk dengan penularan yang berkelanjutan serta meningkatnya jumlah kasus dan korban jiwa.
"Wabah penyakit akibat virus Bundibugyo (BVD) di Republik Demokratik Kongo terus meningkat, dengan penularan yang berkelanjutan serta peningkatan jumlah kasus dan kematian yang terus berlanjut," demikian pernyataan WHO.
Hingga 30 Juli 2026, WHO mencatat 3.605 kasus terkonfirmasi dengan 1.587 kematian atau tingkat kematian mencapai 44 persen.
"Peningkatan jumlah kasus yang terus terjadi, meluasnya penyebaran geografis, dan tingginya angka kematian menunjukkan perkembangan pesat keadaan darurat kesehatan masyarakat ini," ungkap WHO.
Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus mingguan mencapai 567 kasus dengan 296 kematian.
Penyebaran Meluas ke Lima Provinsi
WHO menyebut penyebaran wabah telah meluas dari Provinsi Ituri ke Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, dan Tshopo.
Sebanyak 49 zona kesehatan dilaporkan terdampak oleh wabah tersebut.
WHO menilai diperlukan peningkatan besar-besaran terhadap upaya penanganan untuk mengendalikan penyebaran virus.
Pada 17 Mei 2026, WHO menetapkan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasasional.
WHO juga menilai risiko penyebaran virus ke negara-negara lain di kawasan masih berada pada tingkat tinggi.
- Penulis :
- Gerry Eka



