
Pantau - Pemerintah Australia memastikan akan melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam bidang penanggulangan dan antisipasi bencana alam melalui pembaruan peralatan pemantau di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD NTT, sebagaimana disampaikan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Kupang, Jumat (31/7/2026).
Australia Perbarui Sistem Pusdalops NTT
Roderick Brazier menyatakan pembaruan sistem akan dilakukan mengikuti perkembangan teknologi.
Ia mengungkapkan, "Ke depan pasti sistemnya akan diupdate, sesuai dengan teknologi yang ada dan ini merupakan komitmen dari kami."
Pernyataan tersebut disampaikan Roderick Brazier setelah meninjau sejumlah fasilitas bantuan dari Australia untuk NTT.
Pusdalops NTT pertama kali dibangun pada 2015 melalui dukungan Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDRR).
Selanjutnya, Pusdalops diperkuat melalui Program SIAP SIAGA yang merupakan kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia di bidang penanggulangan bencana.
Dukungan Australia tidak hanya berupa pembangunan infrastruktur dan penyediaan teknologi.
Dukungan tersebut juga mencakup penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan sistem informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola penanggulangan bencana yang berkelanjutan.
Apresiasi Kemitraan dan Inovasi Penanggulangan Bencana
Roderick Brazier menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Provinsi NTT.
Ia menilai hasil kerja sama tersebut telah memberikan manfaat nyata dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di NTT.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan berbagai mitra di lapangan serta menjadi landasan bagi kelanjutan kerja sama pada masa mendatang.
Ia mengatakan, "Saya bangga dapat melihat langsung hasil kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Provinsi NTT di bidang penanggulangan bencana. Menurut saya, hasilnya nyata, dan kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini agar sistem yang telah dibangun tetap berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat."
Roderick Brazier juga memberikan apresiasi terhadap inovasi TOP Ranger yang dikembangkan Pusdalops NTT.
TOP Ranger melibatkan pengemudi ojek daring sebagai pihak yang berada di garis depan untuk memberikan informasi ketika terjadi bencana alam.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas kerja sama yang telah berlangsung selama beberapa tahun.
Ia mengatakan, "Tentu dukungan dari pemerintah Australia untuk mengantisipasi bencana yang sangat luar biasa tinggi di NTT yakni sekitar 13 bencana dan dari dukungan ini kita bisa lebih bersiap menghadapi berbagai bencana."
Melki Laka Lena menegaskan bahwa NTT memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap sekitar 13 jenis bencana.
Menurutnya, dukungan dari Australia membantu pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Ia juga menekankan bahwa penanggulangan bencana memerlukan kolaborasi seluruh pihak agar dapat berjalan secara efektif.
- Penulis :
- Leon Weldrick



