HOME  ⁄  Geopolitik

Australia Perketat Visa Pelajar dan WHV untuk Tekan Migrasi hingga 225 Ribu pada 2028

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Australia Perketat Visa Pelajar dan WHV untuk Tekan Migrasi hingga 225 Ribu pada 2028
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pengunjung melihat berbagai model bus antik di Museum Bus Sydney di Sydney, Australia, MInggu (19/4/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Ma Ping/agr).)

Pantau - Pemerintah Australia akan memperketat aturan visa pelajar internasional dan Working Holiday Visa (WHV) sebagai bagian dari perubahan kebijakan migrasi yang ditujukan menurunkan angka bersih migrasi asing menjadi 225.000 pada 2028 dari sekitar 300.000 saat ini.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyampaikan kebijakan tersebut di Canberra, Kamis (17/9/2026), termasuk rencana melarang sebagian besar mahasiswa internasional menyertakan anggota keluarga dalam visa pelajar mereka.

Pemerintah Australia juga akan membatasi perpanjangan WHV dengan menerapkan sistem pemilihan acak bagi pemegang visa yang ingin memperoleh WHV tahun kedua atau ketiga.

Kuota Perpanjangan WHV Dipangkas

Dalam kebijakan baru tersebut, kuota WHV tahun kedua akan dibatasi menjadi 45.000 dari 57.000 visa yang diberikan pada tahun sebelumnya.

Kuota WHV tahun ketiga akan dipangkas menjadi 5.000 dari sebelumnya 31.000.

Wisatawan asing juga tidak akan diizinkan memperpanjang masa tinggal melalui ketentuan “tidak boleh tinggal lebih lama” pada visa kunjungan.

Sementara itu, larangan membawa anggota keluarga bagi mahasiswa internasional akan memiliki sejumlah pengecualian.

Mahasiswa dari negara-negara kepulauan Pasifik dan ASEAN serta sebagian mahasiswa program doktoral dikecualikan dari pembatasan tersebut.

Pemerintah Targetkan Penurunan Migrasi

Perubahan aturan dilakukan di tengah perdebatan mengenai imigrasi serta meningkatnya biaya hidup dan kelangkaan perumahan di Australia.

Partai One Nation sebelumnya mengusulkan pengurangan jumlah migran sementara sebanyak 750.000 orang dalam tiga tahun dan menyatakan kebijakan tersebut dapat memulihkan standar hidup masyarakat Australia.

Burke menepis anggapan bahwa perubahan kebijakan pemerintah merupakan respons terhadap perkembangan politik tersebut.

Menurut Burke, perubahan dilakukan untuk memastikan sistem imigrasi Australia tetap berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026