
Pantau - Menteri Dalam Negeri Slovakia Matus Sutaj Estok meminta Uni Eropa memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal kawasan Schengen menyusul krisis migrasi di Spanyol agar kebebasan bergerak antarnegara anggota tetap terjaga.
Slovakia Dorong Pengamanan Perbatasan Eksternal
Matus Sutaj Estok mengatakan Uni Eropa harus mengambil langkah konkret dalam menangani migrasi ilegal di tingkat kawasan.
"Saya telah berjanji bahwa saya akan memaparkan posisi kami dan usulan konkret untuk menangani migrasi ilegal di tingkat Eropa, dan hari ini, saya telah melakukannya. Saya menyampaikan hal yang sama kepada rekan-rekan saya, seperti yang saya sampaikan di dalam negeri Slovakia," ungkapnya.
Menurut Estok, Uni Eropa menghadapi dua pilihan dalam merespons persoalan migrasi ilegal.
"Kita harus melindungi perbatasan luar Eropa atau kita akan kembali menerapkan pemeriksaan di perbatasan, konvoi, dan waktu tunggu di antara negara-negara anggota Schengen," ujarnya.
Ia menambahkan Slovakia siap mengirimkan personel kepolisian beserta perlengkapan keamanan ke Spanyol untuk membantu memperkuat pengamanan perbatasan.
Krisis Migrasi Ceuta Jadi Sorotan
Menteri Kehakiman Irlandia Jim O'Callaghan menyatakan Uni Eropa perlu bersatu mendukung Spanyol dalam menghadapi migrasi ilegal dan memuji langkah cepat pemerintah negara tersebut menangani krisis.
Pekan lalu, Kota Ceuta yang merupakan enklave Spanyol di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko mengalami lonjakan kedatangan migran ilegal.
Sekitar 60.000 orang dilaporkan memasuki Ceuta dalam satu hari, sementara jumlah penduduk kota tersebut sekitar 85.000 jiwa.
Situasi itu mendorong sejumlah pejabat dari negara anggota Uni Eropa, termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol di kawasan Schengen.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



