HOME  ⁄  Geopolitik

Slovakia Mendesak Uni Eropa Perkuat Perlindungan Perbatasan Kawasan Schengen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Slovakia Mendesak Uni Eropa Perkuat Perlindungan Perbatasan Kawasan Schengen
Foto: (Sumber :Aparat keamanan Spanyol mengambil tindakan saat para migran tiba di pesisir kota Ceuta, Spanyol, di Afrika Utara, setelah berupaya berenang dari Maroko pada 31 Juli 2026. Migran asal Maroko dan Aljazair berusaha mencapai Ceuta melalui jalur laut, sementara banyak di antara mereka dicegat oleh kapal patroli Maroko. /ANTARA/Marcos Moreno - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Slovakia Matus Sutaj Estok meminta Uni Eropa memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal kawasan Schengen menyusul krisis migrasi di Spanyol agar kebebasan bergerak antarnegara anggota tetap terjaga.

Slovakia Dorong Pengamanan Perbatasan Eksternal

Matus Sutaj Estok mengatakan Uni Eropa harus mengambil langkah konkret dalam menangani migrasi ilegal di tingkat kawasan.

"Saya telah berjanji bahwa saya akan memaparkan posisi kami dan usulan konkret untuk menangani migrasi ilegal di tingkat Eropa, dan hari ini, saya telah melakukannya. Saya menyampaikan hal yang sama kepada rekan-rekan saya, seperti yang saya sampaikan di dalam negeri Slovakia," ungkapnya.

Menurut Estok, Uni Eropa menghadapi dua pilihan dalam merespons persoalan migrasi ilegal.

"Kita harus melindungi perbatasan luar Eropa atau kita akan kembali menerapkan pemeriksaan di perbatasan, konvoi, dan waktu tunggu di antara negara-negara anggota Schengen," ujarnya.

Ia menambahkan Slovakia siap mengirimkan personel kepolisian beserta perlengkapan keamanan ke Spanyol untuk membantu memperkuat pengamanan perbatasan.

Krisis Migrasi Ceuta Jadi Sorotan

Menteri Kehakiman Irlandia Jim O'Callaghan menyatakan Uni Eropa perlu bersatu mendukung Spanyol dalam menghadapi migrasi ilegal dan memuji langkah cepat pemerintah negara tersebut menangani krisis.

Pekan lalu, Kota Ceuta yang merupakan enklave Spanyol di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko mengalami lonjakan kedatangan migran ilegal.

Sekitar 60.000 orang dilaporkan memasuki Ceuta dalam satu hari, sementara jumlah penduduk kota tersebut sekitar 85.000 jiwa.

Situasi itu mendorong sejumlah pejabat dari negara anggota Uni Eropa, termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol di kawasan Schengen.

Penulis :
Ahmad Yusuf