
Pantau - Iran menyatakan telah mencapai kata mufakat dengan Oman mengenai pelayaran aman di Selat Hormuz setelah kedua negara menyelesaikan dialog selama dua bulan dan kini tengah menyiapkan pernyataan bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada wartawan di Teheran, Rabu (5/8).
Baqaei mengatakan Iran dan Oman sebagai dua negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz telah menyepakati koordinat geografis untuk rute pelayaran di jalur laut strategis tersebut.
Ia menambahkan pernyataan bersama sedang disusun dan ditelaah dengan syarat tidak ada campur tangan dari pihak luar dalam proses tersebut.
Menurut Baqaei, dialog antara Teheran dan Muscat telah berlangsung selama dua bulan untuk menetapkan rute pelayaran yang aman di Selat Hormuz.
Ia menjelaskan otoritas Iran menelaah usulan tersebut dari berbagai aspek, mulai dari teknis, hukum, keamanan, hingga dampak lingkungan.
Baqaei menegaskan kesepahaman bilateral antara Iran dan Oman belum dapat menjadi satu-satunya jaminan keamanan pelayaran karena situasi kawasan masih dipengaruhi blokade laut Amerika Serikat serta tindakan yang disebutnya mengancam kepentingan Iran.
Ia juga menyatakan penutupan Selat Hormuz sebelumnya terjadi akibat agresi militer yang menurut Iran dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Menanggapi laporan mengenai kemungkinan kunjungan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Baqaei membantah adanya agenda tersebut.
Meski demikian, ia mengatakan Pakistan dan Qatar masih melanjutkan upaya meredakan ketegangan di kawasan.
Iran juga terus menjalin komunikasi erat dengan kedua negara tersebut untuk membahas perkembangan situasi terbaru.
- Penulis :
- Aditya Yohan



