HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.911 per Dolar AS Didorong Optimisme Pembukaan Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp17.911 per Dolar AS Didorong Optimisme Pembukaan Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc..)

Pantau - Nilai tukar rupiah menguat 22 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.911 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis pagi dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.933 per dolar AS, didorong optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz dan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi pasar.

Optimisme Selat Hormuz Dorong Penguatan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipicu penurunan harga minyak mentah dunia seiring meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia akibat meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Sejak Senin (3/8), harga minyak WTI (West Texas Intermediate) yang minggu lalu ditutup di level 86 dolar AS per barel, sekarang sudah berada di 74,60 dolar AS per barel,” ungkapnya.

Mengutip Anadolu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan AS dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz serta memulihkan kebebasan pelayaran bagi kapal-kapal komersial.

Menurut Bessent, kesepakatan tersebut juga akan menjamin kebebasan navigasi di jalur perairan strategis tersebut, setelah sebelumnya AS meminta Iran memberikan jaminan kebebasan pelayaran dan Iran menegaskan pengawasan terhadap pelayaran di wilayah perairannya.

Data PDB Indonesia Jadi Sentimen Positif

Selain faktor global, Lukman menilai data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan turut menopang penguatan rupiah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026 dengan PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun, meningkat dari Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut melampaui ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,1 persen.

“PDB kuartal II yang lebih kuat tidak mengartikan akan kembali kuat ke depannya. Namun, apabila harga minyak turun terus, ini akan meredakan tekanan pada fiskal dan rupiah, dan bisa mendukung pertumbuhan ke depannya,” katanya.

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf