HOME  ⁄  Geopolitik

Wali Kota Ceuta Konfirmasi Sedikitnya 100 Imigran Tewas dalam Krisis Migrasi di Enklave Spanyol

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wali Kota Ceuta Konfirmasi Sedikitnya 100 Imigran Tewas dalam Krisis Migrasi di Enklave Spanyol
Foto: (Sumber :Para imigran tanpa dokumen yang sebagian besar merupakan pria muda memasuki wilayah Kota Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara, pada Jumat (31/7/2026). (ANTARA/Anadolu/Abu Adem Muhammed).)

Pantau - Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengonfirmasi sedikitnya 100 imigran meninggal dunia saat berusaha memasuki kota enklave Spanyol di Afrika Utara di tengah gelombang besar krisis migrasi yang melanda wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Vivas pada Kamis (6/8) setelah sebelumnya media Cadena SER melaporkan sedikitnya 141 migran tewas dalam upaya memasuki Ceuta.

Vivas mengungkapkan, "Saya ingin sekali lagi menyampaikan rasa terima kasih kami dan, atas nama seluruh warga Ceuta, saya tekankan dua hal. Pertama, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang tak tidak dapat dikendalikan akibat sekitar 100 korban jiwa karena gelombang besar krisis migrasi ini."

Vivas juga menegaskan keyakinannya bahwa lembaga-lembaga Uni Eropa akan membantu Spanyol dalam menangani krisis migrasi yang terjadi di Ceuta.

Pada akhir Juli, Ceuta yang berbatasan langsung dengan Maroko menghadapi gelombang besar kedatangan imigran tanpa dokumen.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sekitar 72.000 orang memasuki Ceuta selama gelombang migrasi tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar 70.000 orang kemudian kembali ke Maroko.

Informasi mengenai korban jiwa dan perkembangan krisis migrasi di Ceuta bersumber dari pernyataan Wali Kota Ceuta serta laporan media Cadena SER yang dikutip Sputnik/RIA Novosti.

Penulis :
Ahmad Yusuf