
Pantau - Arab Saudi memperoleh informasi intelijen yang mengindikasikan adanya persiapan serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata asing dengan sasaran potensial berupa fasilitas sipil dan infrastruktur energi di wilayah kerajaan.
Intelijen Ungkap Potensi Ancaman
Menurut laporan Al Arabiya yang mengutip sumber senior di Riyadh pada Kamis (6/8), sasaran yang berpotensi menjadi target meliputi bandara, pelabuhan, serta berbagai fasilitas vital lainnya di Arab Saudi.
Laporan tersebut menyebut dugaan rencana serangan berasal dari kelompok Ansar Allah di Yaman atau Houthi yang selama ini terlibat konflik dengan Arab Saudi.
Selain Houthi, sejumlah kelompok bersenjata di Irak serta Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) juga disebut dalam laporan tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada akhir Juli menyatakan negaranya siap membantu Arab Saudi dalam menyelesaikan konflik dengan kelompok Houthi.
Ketegangan di Kawasan Kembali Meningkat
Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat setelah kelompok tersebut mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi di Laut Merah.
Houthi menyatakan kebijakan itu diberlakukan sebagai respons terhadap blokade Arab Saudi terhadap wilayah yang berada di bawah kendali mereka.
Kelompok tersebut juga mengeklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal, fasilitas energi, dan bandar udara yang terkait dengan Arab Saudi.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi kembali melakukan serangan udara terbatas terhadap sejumlah sasaran militer utama Houthi di Yaman.
Konflik di Yaman telah berlangsung sejak akhir 2014 setelah Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk Ibu Kota Sana'a, yang kemudian mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



