HOME  ⁄  Geopolitik

Spanyol Menyatakan Siap Menghadapi Potensi Gelombang Baru Imigran Ilegal dari Maroko ke Ceuta

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Spanyol Menyatakan Siap Menghadapi Potensi Gelombang Baru Imigran Ilegal dari Maroko ke Ceuta
Foto: Ratusan migran melintasi jembatan usai berenang dari Maroko dan di Ceuta, Spanyol, Jumat 30/7/2026 (sumber: Anadolu Agency/Marcos Moreno)

Pantau - Spanyol menyatakan siap menghadapi kemungkinan gelombang baru imigran ilegal dari Maroko yang mencoba memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta setelah muncul peringatan mengenai potensi upaya penembusan massal menjelang 15 Agustus.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyampaikan kesiapan tersebut sebagaimana dilaporkan surat kabar 20minutos pada Jumat.

Seorang sumber di Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan, "Kami akan siap menangani situasi ini."

Antisipasi Penembusan Massal

Radio Cadena SER, mengutip sumbernya, melaporkan bahwa gelombang baru imigran dari Maroko ke Ceuta diperkirakan dapat terjadi sebelum 15 Agustus.

Perwakilan pemerintah Spanyol di Ceuta, Alejandro Ramirez, pada Rabu (5/8), mengungkapkan keprihatinan atas seruan di media sosial yang mengajak dilakukannya upaya penembusan massal baru pada 15 Agustus.

Pasukan Garda Sipil Spanyol telah meningkatkan persiapan dan memperkuat koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan masuknya imigran secara massal.

Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kericuhan seperti yang terjadi pada akhir Juli lalu.

Krisis Migrasi Memicu Reaksi Uni Eropa

Pada pekan sebelumnya, Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko, mengalami lonjakan arus masuk imigran dalam jumlah besar.

Sekitar 60.000 orang dilaporkan menyeberang ke Ceuta dalam satu hari.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan populasi Ceuta yang hanya sekitar 85.000 jiwa.

Krisis migrasi di Ceuta memicu reaksi dari sejumlah negara anggota Uni Eropa.

Para pejabat dari Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol di kawasan Schengen akibat krisis migrasi tersebut.

Penulis :
Arian Mesa