HOME  ⁄  Geopolitik

Dewan Pakar BPIP Menilai Pakta Pertahanan Makkah Menandai Kesadaran Baru Keamanan Kawasan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dewan Pakar BPIP Menilai Pakta Pertahanan Makkah Menandai Kesadaran Baru Keamanan Kawasan
Foto: Anggota Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Kerja sama Internasional Darmansjah Djumala.

Pantau - Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala menilai Pakta Pertahanan Makkah yang diteken Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menjadi bentuk kesadaran baru dalam membangun keamanan kawasan secara mandiri.

"Pakta Makkah tidak harus dibaca sebagai deklarasi perang terhadap Iran, dan juga bukan terbentuknya aliansi militer yang solid, melainkan munculnya kesadaran baru bahwa keamanan kawasan pada akhirnya harus semakin banyak ditentukan oleh negara-negara kawasan sendiri," kata Darmansjah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Ia menilai perjanjian pertahanan bersama tersebut juga mengindikasikan mulai berkurangnya ketergantungan ketiga negara terhadap payung keamanan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

"Hal itu menunjukkan mulai bergesernya arsitektur keamanan Timur Tengah dari ketergantungan pada AS menuju upaya membangun kapasitas pertahanan regional sendiri," katanya.

Kepentingan Turki, Saudi, dan Pakistan

Darmansjah menilai keputusan Arab Saudi menandatangani pakta tersebut berkaitan dengan pengalaman keamanan kawasan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk konflik Amerika Serikat dengan Iran.

Menurut dia, Turki memiliki kepentingan untuk meningkatkan pengaruh regional, memperluas akses terhadap pasar pertahanan, serta memainkan peran lebih besar dalam menentukan tatanan keamanan Timur Tengah.

Pakistan dinilai memiliki kepentingan dalam pakta tersebut karena hubungan strategis yang telah terjalin dengan Arab Saudi.

Darmansjah mengatakan konflik Amerika Serikat dengan Iran memberikan pelajaran bahwa superioritas militer AS tidak otomatis menghilangkan kerentanan negara-negara kawasan terhadap ancaman.

Ia juga menilai serangan Iran akhir-akhir ini yang menguras persediaan sistem pertahanan udara negara-negara Teluk menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan pertahanan yang perlu diatasi.

Pakta Pertahanan Diteken di Arab Saudi

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama tersebut pada 7 Agustus 2026.

Pakta Pertahanan Makkah ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Penandatanganan berlangsung dalam pertemuan puncak di Istana Al-Safa, Arab Saudi.

Darmansjah menilai kerja sama tiga negara tersebut menunjukkan adanya upaya membangun kapasitas pertahanan regional di tengah dinamika keamanan yang berlangsung di Timur Tengah.

Penulis :
Gerry Eka