HOME  ⁄  Geopolitik

Israel Menggempur Lebanon Selatan dengan Artileri dan Serangan Udara hingga Kebakaran Meluas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Israel Menggempur Lebanon Selatan dengan Artileri dan Serangan Udara hingga Kebakaran Meluas
Foto: (Sumber :Ilustrasi kerusakan akibat serangan udara Israel di kota Mayfadoun, Kegubernuran Nabatieh, Lebanon selatan, pada 23 Juni 2026. Sejumlah bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel. /ANTARA/Houssam Shbaro - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Tentara Israel menggempur sejumlah desa di Lebanon selatan menggunakan artileri dan serangan udara pada Minggu, 9 Agustus 2026, sementara pesawat nirawak menjatuhkan munisi pembakar yang memicu kebakaran besar di kebun dan kawasan pegunungan.

Sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti menyebut serangan menyasar sejumlah permukiman dan kawasan perbukitan di Lebanon selatan.

“Pesawat Israel menyerang permukiman Mansouri, sementara artileri menembaki kawasan perbukitan Ali al-Taher, wilayah antara Zawtar dan Maifadoun, serta lahan Mansouri di Lebanon selatan dengan peluru artileri berat,” kata sumber tersebut.

Pesawat Nirawak Memicu Kebakaran Besar

Sebuah pesawat nirawak Israel dilaporkan menjatuhkan munisi pembakar yang menyebabkan kebakaran dan melalap kebun serta kawasan pegunungan di Distrik Beqaa Barat.

Kebakaran tersebut meluas dari Desa Niha hingga Kfar Houneh.

Pesawat nirawak lainnya juga menjatuhkan bahan peledak di kawasan punggung bukit Ali al-Taher.

Petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api di tengah kondisi medan yang sulit.

Serangan tersebut terjadi setelah Lebanon dan Israel mencapai kesepakatan kerangka di Washington pada 26 Juni 2026 yang mencakup gencatan senjata penuh serta pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan negara itu dengan syarat pelucutan senjata Hizbullah.

Serangan Berlanjut di Tengah Proses Perundingan

Pembicaraan mengenai mekanisme pelaksanaan kesepakatan antara Lebanon dan Israel berlanjut di Roma pada 6 hingga 7 Agustus 2026.

Namun, serangan Israel terhadap wilayah Lebanon dilaporkan masih berlangsung hampir setiap hari meski proses perundingan terus berjalan.

Israel juga masih mempertahankan kehadiran militernya di wilayah selatan Lebanon.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar penduduk setempat terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Penulis :
Aditya Yohan