
Pantau - Serangan terbaru kelompok Ansar Allah atau Houthi terhadap posisi pasukan pemerintah Yaman memicu kekhawatiran terjadinya eskalasi baru yang dapat berkembang menjadi konflik berskala besar.
Wakil Gubernur Provinsi Shabwa Fahd Al-Khulaifi mengatakan serangan tersebut menyasar kamp pasukan Yaman di daerah Al-Ruwaik, Provinsi Marib.
“Tidak diragukan lagi bahwa serangan Houthi terhadap kamp-kamp pasukan Yaman di daerah Al-Ruwaik, Provinsi Marib, menggunakan delapan rudal balistik dan sejumlah drone telah menciptakan preseden berbahaya yang menghapus apa yang tersisa dari periode de-eskalasi sebelumnya,” kata Al-Khulaifi kepada RIA Novosti, Jumat (7/8/2026).
Menurut Al-Khulaifi, situasi tersebut menunjukkan potensi eskalasi lebih lanjut antara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan kelompok Houthi.
Ketegangan terjadi di tengah perkembangan terkini di Selat Bab el-Mandeb serta serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di kawasan Laut Merah.
Rudal Houthi Menyasar Marib
Sumber militer Yaman sebelumnya mengatakan kepada RIA Novosti bahwa kelompok Houthi menembakkan 15 rudal ke berbagai sasaran di Kota Marib, Yaman timur laut.
Serangan tersebut menambah ketegangan dalam konflik berkepanjangan antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Houthi telah menguasai sebagian besar provinsi di wilayah tengah dan utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, sejak September 2014.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi kemudian turun tangan pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman.
Konflik Yaman Menelan Ratusan Ribu Korban
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut konflik Yaman sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Menurut data PBB, konflik tersebut telah menewaskan sekitar 377.000 orang dan menyebabkan kerugian ekonomi mencapai 126 miliar dolar AS atau sekitar Rp22.429 triliun.
Konflik berkepanjangan tersebut juga berdampak terhadap sekitar 80 persen penduduk Yaman.
Serangan terbaru di Marib menambah kekhawatiran terhadap memburuknya situasi keamanan Yaman di tengah ketegangan yang juga berlangsung di jalur pelayaran strategis Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
- Penulis :
- Aditya Yohan



