HOME  ⁄  Geopolitik

UNIFIL Laporkan Eskalasi Aktivitas Militer Israel di Lebanon Selatan Capai Level Tertinggi Sejak Juni

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

UNIFIL Laporkan Eskalasi Aktivitas Militer Israel di Lebanon Selatan Capai Level Tertinggi Sejak Juni
Foto: (Sumber :Kendaraan militer Israel ditempatkan di Zawtar al-Sharqiyah, Lebanon selatan, Senin (3/8/2026). ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa..)

Pantau - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) melaporkan eskalasi aktivitas militer paling tajam antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan sejak akhir Juni 2026, dengan lonjakan jumlah proyektil dan pelanggaran wilayah udara.

Aktivitas Militer Meningkat Tajam

UNIFIL mencatat Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menembakkan 113 proyektil pada Rabu (5/8), yang menjadi rekor harian tertinggi sejak 21 Juni.

Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Farhan Haq, mengatakan UNIFIL tidak mendeteksi peluncuran proyektil apa pun oleh Hizbullah selama periode yang sama.

Eskalasi berlanjut pada Kamis (6/8) ketika sejak tengah malam hingga pukul 16.00 waktu setempat, UNIFIL mencatat 120 proyektil ditembakkan oleh IDF, melampaui jumlah pada hari sebelumnya.

Menurut laporan PBB, peningkatan aktivitas militer tersebut terjadi setelah ditandatanganinya perjanjian kerangka kerja antara Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon.

Pelanggaran Wilayah Udara dan Perairan Dipantau

UNIFIL juga melaporkan peningkatan signifikan aktivitas udara di wilayah Lebanon selatan.

Pada Rabu, pasukan penjaga perdamaian mencatat 49 pelanggaran wilayah udara dengan total durasi penerbangan lebih dari 131 jam, yang merupakan level tertinggi sejak 23 Juni.

Pasukan penjaga perdamaian juga memantau tiga serangan udara di barat laut Al Mansuri pada hari yang sama.

Hingga Kamis pukul 16.00 waktu setempat, UNIFIL kembali mencatat 29 pelanggaran wilayah udara serta sedikitnya tiga serangan udara di sekitar Al Mansuri.

Farhan Haq juga mengungkapkan bahwa pada Senin (3/8), kapal patroli IDF melintasi Garis Pelampung (Line of Buoys) hingga memasuki perairan teritorial Lebanon sebelum kembali bergerak ke arah selatan.

Penulis :
Aditya Yohan