HOME  ⁄  Geopolitik

Milisi Irak Menunda Serangan Balasan terhadap Pasukan AS dan Arab Saudi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Milisi Irak Menunda Serangan Balasan terhadap Pasukan AS dan Arab Saudi
Foto: (Sumber :Bendera Irak.)

Pantau - Perlawanan Islam di Irak (Islamic Resistance in Iraq), kelompok yang menaungi sejumlah milisi pro-Iran, menunda rencana serangan balasan terhadap pasukan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi pada Jumat (7/8/2026) setelah menerima seruan dari para pemimpin politik Syiah.

Kelompok tersebut sebelumnya mengancam melakukan serangan balasan menyusul serangan udara gabungan AS dan Arab Saudi terhadap sejumlah lokasi Pasukan Mobilisasi Rakyat (Popular Mobilization Forces/PMF) di Irak pada 29 Juli 2026.

Serangan udara tersebut menewaskan 20 orang dan menjadi pemicu meningkatnya ketegangan antara kelompok milisi Irak dengan AS serta Arab Saudi.

Perlawanan Islam di Irak sebelumnya meminta pemerintah Irak mengambil langkah diplomatik atau keamanan yang tegas terkait serangan terhadap lokasi PMF.

PMF merupakan koalisi pasukan yang sebagian besar terdiri atas kelompok milisi Syiah di Irak.

Kelompok payung milisi tersebut mengancam melancarkan serangan balasan apabila pemerintah Irak tidak mengambil sikap resmi terkait serangan AS dan Arab Saudi.

Batas waktu yang ditetapkan kelompok tersebut berakhir pada Jumat, tetapi rencana serangan akhirnya ditunda sebagai respons terhadap seruan para pemimpin politik Syiah.

Arab Saudi sebelumnya menyatakan telah mencegat sebuah drone yang diluncurkan dari Irak menuju fasilitas minyak di wilayahnya pada 27 Juli 2026.

Arab Saudi kemudian melancarkan serangan udara bersama AS terhadap sejumlah lokasi PMF di Irak pada 29 Juli.

Amerika Serikat selama ini berupaya membatasi aktivitas kelompok-kelompok milisi pro-Iran yang beroperasi di Irak.

Pemerintah Irak menyatakan tidak terdapat bukti yang menunjukkan serangan drone terhadap wilayah Arab Saudi tersebut diluncurkan dari wilayah Irak.

Penulis :
Aditya Yohan