
Pantau - Paus Leo XIV menyerukan agar diplomasi dan dialog kembali mendapat ruang dalam konflik Ukraina serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional untuk membuka jalan menuju perdamaian.
Seruan tersebut disampaikan Paus Leo pada Minggu, 9 Agustus 2026, di tengah konflik yang masih menyebabkan korban dan penderitaan bagi masyarakat.
“Perang hanya melahirkan lebih banyak perang dan menyebabkan penderitaan yang luar biasa. Sudah waktunya menghentikan lingkaran kekerasan dan membuka ruang bagi diplomasi serta dialog untuk membuka jalan menuju perdamaian,” kata Paus Leo seperti dikutip Vatican News.
Paus Leo Sampaikan Dukungan kepada Korban Konflik
Paus Leo juga menyampaikan dukungan kepada keluarga korban tewas, warga yang terluka, serta seluruh pihak yang terdampak konflik Ukraina.
“Saya bersama keluarga para korban, mereka yang terluka, dan semua orang yang menderita akibat konflik yang masih berlangsung,” ucap Paus Leo.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika serangan menggunakan pesawat nirawak masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah yang terdampak konflik.
Pada Jumat, sebuah drone Ukraina dilaporkan menyerang bus sipil di Donetsk dan menyebabkan seorang warga terluka.
Drone tersebut menghantam bagian mesin hingga mengakibatkan bus mengalami kerusakan.
Serangan Bus di Zaporozhye Lukai Enam Orang
Sehari sebelumnya, sebuah pesawat nirawak atau UAV Ukraina dilaporkan menyerang bus di Desa Dolyna, Distrik Munisipal Tokmak, wilayah Zaporozhye atau Zaporizhia.
Serangan terjadi ketika para penumpang sedang turun dari bus di sebuah halte.
Sebanyak enam orang yang terdiri atas empat pria dan dua perempuan dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Paus Leo dalam seruannya menekankan penghentian lingkaran kekerasan serta penggunaan diplomasi dan dialog sebagai jalan menuju perdamaian dalam konflik yang masih berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



