
Pantau - Amerika Serikat dilaporkan menengahi kesepakatan antara Suriah dan Israel yang memungkinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengambil material nuklir dari sebuah lokasi rahasia tempat penyimpanan bubuk uranium sisa reaktor Al-Kibar di dekat Sungai Efrat.
Kesepakatan tersebut dilaporkan Axios pada Senin (10/8/2026) dan disebut telah ditandatangani sekitar tiga pekan sebelumnya.
Lokasi yang dikenal sebagai "Site 99" itu disebut menyimpan material sisa yang tidak dapat digunakan lagi untuk mengembangkan senjata nuklir.
Namun, material tersebut dilaporkan masih dapat diperkaya hingga tingkat yang memungkinkan penggunaannya untuk membuat "bom kotor".
IAEA Diizinkan Inspeksi Lokasi
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya menghancurkan pintu masuk menuju lokasi tersebut setelah Bashar Assad mengundurkan diri dari jabatan Presiden Suriah, menurut pejabat Israel yang dikutip Axios.
Pemerintah Suriah saat ini dilaporkan ingin bekerja sama dengan Amerika Serikat dan mengizinkan IAEA melakukan inspeksi terhadap lokasi tersebut.
Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat itu membuka jalan bagi badan pengawas nuklir internasional tersebut untuk menangani material yang tersimpan di "Site 99".
Material Nuklir Belum Dipindahkan
Meski kesepakatan telah ditandatangani sekitar tiga pekan lalu, pekerjaan di "Site 99" dilaporkan masih berlangsung.
Material yang tersimpan di lokasi tersebut juga belum dipindahkan hingga laporan tersebut diterbitkan.
Informasi mengenai kesepakatan Israel-Suriah tersebut bersumber dari laporan Axios yang diberitakan Sputnik/RIA Novosti.
- Penulis :
- Aditya Yohan



