HOME  ⁄  Geopolitik

Dubes Palestina Menyebut Korban Tewas di Jalur Gaza Telah Melampaui 75.000 Orang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dubes Palestina Menyebut Korban Tewas di Jalur Gaza Telah Melampaui 75.000 Orang
Foto: (Sumber :Warga Palestina hidup dalam kondisi memprihatinkan di tenda-tenda darurat di sepanjang pesisir Gaza City. Mereka berjuang untuk bertahan hidup di tengah serangan Israel yang terus berlangsung. /ANTARA/Ali Jadallah - Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Duta Besar Palestina untuk Rusia Abdel Hafiz Nofal menyebut jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah melampaui 75.000 orang sejak eskalasi konflik dimulai pada 2023, sementara korban luka tercatat lebih dari 250.000 orang.

“Berdasarkan data yang tersedia, jumlah keseluruhan korban tewas di Jalur Gaza telah melampaui 75.000 orang, sementara jumlah korban luka telah melampaui 250.000 orang,” kata Nofal kepada surat kabar Rusia Izvestia.

Nofal juga mengatakan masih banyak korban tewas yang tertimbun di bawah reruntuhan sehingga belum seluruhnya dapat dievakuasi.

Gencatan Senjata Gaza Berlaku sejak Oktober 2025

Israel dan Hamas pada 9 Oktober 2025 menyepakati penerapan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kesepakatan tersebut dicapai melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye.

Gencatan senjata kemudian mulai berlaku di Jalur Gaza pada 10 Oktober 2025.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel diwajibkan mundur ke wilayah yang disebut Garis Kuning atau Yellow Line.

Pasukan Israel Masih Kuasai Lebih dari Separuh Gaza

Pasukan Israel hingga kini dilaporkan masih menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku.

Situasi tersebut berlangsung di tengah tingginya jumlah korban akibat konflik yang telah berlangsung sejak eskalasi pada 2023.

Penulis :
Aditya Yohan