HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ajukan Syarat kepada AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Ajukan Syarat kepada AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman, Minggu (20/6/2026). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa..)

Pantau - Iran mengajukan sejumlah syarat kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk penghentian perang, pengembalian aset Iran yang dibekukan, serta berakhirnya konflik di kawasan Lebanon dan Gaza.

Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan pada Selasa (11/8/2026) bahwa persyaratan tersebut telah disampaikan kepada AS melalui mediator.

"Amerika harus mengakhiri perang, mengembalikan aset Iran yang dibekukan, dan perang di seluruh kawasan, termasuk Lebanon dan Gaza, harus berakhir. Syarat-syarat ini beserta ketentuan lainnya telah disampaikan kepada mereka melalui mediator," kata Rezaei.

Konflik Iran-AS Kembali Memanas

Teheran dan Washington sebelumnya menandatangani nota kesepahaman atau MoU pada 18 Juni 2026 untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari.

Namun, Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli 2026 mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.

Pasukan AS kemudian melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran yang menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) merupakan tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan AS yang berada di negara-negara Timur Tengah.

Iran Tutup Selat Hormuz

Iran pada 12 Juli 2026 kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga intervensi AS di kawasan tersebut berakhir setelah muncul gelombang baru aksi saling serang.

Trump sehari kemudian mengatakan AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz dan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pengajuan syarat melalui mediator menjadi bagian dari perkembangan terbaru konflik kedua negara terkait Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan strategis di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf