
Pantau - Hamas menyatakan siap mengikuti pemilihan umum Palestina pada akhir 2026 melalui koalisi nasional yang luas menjelang pemilu legislatif yang dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026.
Anggota Biro Politik Hamas Hussam Badran menyampaikan sikap tersebut dalam wawancara bersama Al-Aqsa TV pada Rabu (12/8/2026).
Badran mengatakan Hamas bersama sebagian besar faksi dan koalisi politik Palestina menolak "syarat politik atau tuntutan agar peserta pemilu menetapkan program politik tertentu".
Hamas Sebut Pemilu sebagai Peluang Bersejarah
Badran menyatakan Komisi Pemilihan Pusat Palestina dan pengadilan terus berupaya "memastikan rakyat Palestina dapat memilih program politik yang mereka inginkan secara bebas".
Ia menilai pemilu tersebut sebagai "peluang bersejarah" untuk mengubah lanskap politik Palestina dan "mengakhiri dua dasawarsa pengambilan keputusan sepihak dalam urusan nasional".
Menurut Badran, pemilu Palestina seharusnya sudah diselenggarakan sejak lama.
Ia kemudian menuding kepemimpinan Palestina menetapkan waktu dan prosedur pelaksanaan pemilu secara sepihak.
Badran menyebut pemilu pada 2006 dan 2021 sebagai contoh proses pemilihan yang dilaksanakan berdasarkan konsensus nasional.
Ia mengatakan rakyat Palestina memiliki "hak yang melekat" untuk menentukan pemimpin dan program politik melalui pemilu legislatif maupun pemilu Dewan Nasional Palestina.
Pemilu Legislatif Dijadwalkan 28 November
Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelumnya mengumumkan pemilu legislatif akan digelar pada 28 November 2026.
Pemilu legislatif tersebut akan dilanjutkan dengan pembukaan sidang Dewan Nasional dan pemilihan presiden pada 2027.
Pemilihan legislatif terakhir di Palestina berlangsung pada 2006 atau sekitar 20 tahun lalu.
Dewan Legislatif Palestina tidak lagi aktif sejak 2007 setelah terjadi perpecahan politik dan pengambilalihan Jalur Gaza oleh Hamas, sebelum lembaga tersebut dibubarkan Abbas pada 2018.
Sistem politik Palestina terpecah sejak 2007 dengan Hamas mengendalikan Jalur Gaza, sedangkan Fatah mengendalikan pemerintahan Palestina di Tepi Barat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



