HOME  ⁄  Geopolitik

Krisis Air Mengancam Kesehatan Warga Palestina, 1,3 Juta Orang Hanya Dapat Kurang dari Enam Liter Sehari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Krisis Air Mengancam Kesehatan Warga Palestina, 1,3 Juta Orang Hanya Dapat Kurang dari Enam Liter Sehari
Foto: (Sumber :Anak-anak yang mengungsi di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina, Kamis (14/5/2026). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa..)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sebagian besar penduduk di wilayah Palestina yang diduduki tidak memiliki akses memadai terhadap air, sanitasi, dan kebersihan sehingga kondisi tersebut mengancam kesehatan masyarakat.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Selasa (11/8/2026) menyebut lebih dari 1,3 juta orang atau lebih dari separuh populasi hanya mendapatkan kurang dari enam liter air per orang setiap hari untuk minum dan memasak.

Jumlah tersebut jauh di bawah standar kemanusiaan dalam kondisi darurat yang menetapkan kebutuhan minimum air sebanyak 15 liter per orang per hari untuk minum, mencuci, dan memasak.

Sebanyak 700.000 orang lainnya hanya memiliki akses terhadap kurang dari sembilan liter air per orang per hari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Warga Bergantung pada Truk Tangki

OCHA mencatat tiga dari setiap empat orang mengandalkan pasokan air yang didistribusikan menggunakan truk tangki.

Mitra kemanusiaan setiap hari menyalurkan air ke lebih dari 2.500 titik pengambilan serta lebih dari 100 lokasi pengungsian di seluruh Gaza selama Juli 2026.

“Orang-orang harus berdesak-desakan di titik pengambilan air dan tidak memiliki cukup wadah untuk membawa air kembali ke rumah, tugas yang sering kali harus dilakukan oleh anak-anak,” kata OCHA.

Keterbatasan pasokan membuat warga kesulitan menjaga kebersihan diri, membersihkan rumah, serta memenuhi kebutuhan anak-anak.

OCHA juga melaporkan hanya separuh rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi dasar atau fasilitas pribadi yang dapat mencegah kontak dengan kotoran manusia.

Separuh rumah tangga lainnya bergantung pada fasilitas sanitasi bersama yang dinilai tidak memadai atau tidak aman sehingga meningkatkan risiko terhadap kesehatan.

Sampah Menumpuk Ancam Ratusan Ribu Warga

Mitra kemanusiaan telah mengumpulkan sekitar 80 persen dari seluruh sampah padat yang dihasilkan di Jalur Gaza.

Namun, lebih dari 900.000 orang dilaporkan masih terpapar sampah yang menumpuk di kawasan permukiman.

OCHA menilai pendanaan yang konsisten, tambahan izin untuk mengimpor suku cadang, serta pemulihan akses menuju tempat pembuangan akhir di wilayah yang aksesnya dibatasi menjadi kebutuhan penting untuk menangani kondisi tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan