HOME  ⁄  Nasional

BPOM Dorong Indonesia-China Perkuat Pengawasan Obat dan Vaksin, MoU dengan NMPA Segera Diperbarui

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BPOM Dorong Indonesia-China Perkuat Pengawasan Obat dan Vaksin, MoU dengan NMPA Segera Diperbarui
Foto: Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong dalam pertemuan di Jakarta, Jumat 7/8/2026 (sumber: BPOM)

Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong penguatan kerja sama regulatori Indonesia dan China dalam pengawasan obat dan vaksin, obat bahan alam, kosmetik, hingga keamanan pangan olahan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan penguatan kerja sama diperlukan untuk memastikan produk yang beredar di kedua negara memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu.

"Indonesia dan Tiongkok memiliki hubungan yang erat dalam bidang obat dan makanan. Karena itu, kami ingin memastikan hubungan perdagangan dan industri tersebut berjalan seiring dengan penguatan sistem regulasi sehingga masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan berkhasiat," tegas Taruna.

BPOM Dorong Pembaruan MoU dengan NMPA

Potensi pengembangan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Taruna Ikrar dengan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Pertemuan itu secara khusus membahas peluang pengembangan kerja sama antara BPOM dengan berbagai otoritas dan institusi terkait di China.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pembaruan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara BPOM dan National Medical Products Administration (NMPA) China.

MoU antara BPOM dan NMPA sebelumnya telah berakhir pada Juni 2024 sehingga BPOM kini mendorong pembaruan kesepakatan tersebut dengan cakupan yang lebih luas.

Cakupan kerja sama yang diinginkan BPOM meliputi regulasi obat, vaksin, produk biologi, bahan baku farmasi, obat bahan alam, kosmetik, hingga teknologi regulatori digital.

Taruna berharap pembaruan MoU menjadi kerangka payung untuk meningkatkan pertukaran informasi regulatori, berbagi pengalaman dan praktik terbaik, peningkatan kapasitas, serta pertukaran tenaga ahli kedua negara.

"Pembaruan MoU BPOM dan NMPA bukan sekadar memperpanjang kerja sama yang sudah ada, tetapi menjadi momentum untuk membangun kolaborasi regulatori yang lebih luas, konkret, dan mampu menjawab perkembangan teknologi serta kebutuhan industri kesehatan," kata Taruna.

Kerja sama Indonesia-China juga diarahkan pada pengembangan pendekatan regulatory reliance dan collaborative review untuk mendukung akses yang lebih cepat terhadap obat, vaksin, produk biologi, serta advanced therapy medicinal products (ATMP).

Kedua negara juga berpeluang memperkuat pengawasan uji klinik dan inspeksi good clinical practice (GCP), sekaligus mendukung pengembangan berbagai inovasi di sektor farmasi.

China Jadi Mitra Strategis Sektor Farmasi dan Pangan

China dinilai menjadi mitra strategis Indonesia karena merupakan salah satu sumber utama bahan baku farmasi, termasuk Active Pharmaceutical Ingredients (API), eksipien, serta berbagai produk farmasi.

China juga memasok sekitar 30 persen impor obat bahan alam Indonesia dan menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia dalam sektor pangan olahan.

Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia Wang Lutong menyambut baik upaya memperkuat kerja sama kedua negara di sektor kesehatan dan farmasi.

Wang secara khusus menyoroti rencana investasi dan transfer teknologi alat kesehatan dari China ke Indonesia, termasuk peluang pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri.

"Saya pikir, kami juga ingin melihat kemungkinan pendirian pabrik-pabrik tersebut, kami ingin menjajaki kemungkinan itu," kata Wang.

Wang juga merespons pembahasan percepatan pembaruan kerja sama BPOM dan NMPA dengan menegaskan komitmennya membantu memfasilitasi proses diplomasi.

Fasilitasi tersebut diharapkan dapat mempercepat finalisasi dokumen kesepakatan kerja sama antara BPOM dan NMPA.

Wang turut mengapresiasi kejelasan regulasi yang diterapkan Indonesia serta komitmen kedua negara dalam memperkuat diplomasi.

Indonesia dan China juga berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pengawasan obat dan makanan sebagai bagian dari penguatan kerja sama regulatori kedua negara.

Penulis :
Leon Weldrick