HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Pemprov Jambi Kaji Liburkan Sekolah dan Wajibkan Masker

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Pemprov Jambi Kaji Liburkan Sekolah dan Wajibkan Masker
Foto: Gubernur Jambi Al Haris saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Jambi, Selasa 11/8/2026 (sumber: ANTARA/Agus Suprayitno)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jambi tengah mengkaji kemungkinan meliburkan sekolah dan mengeluarkan imbauan penggunaan masker setelah kualitas udara di sejumlah wilayah memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kondisi udara berdasarkan informasi yang diterimanya telah memasuki ambang batas kurang sehat.

"Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat," ungkap Al Haris.

Pemprov Jambi akan memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan sebelum menentukan langkah lanjutan untuk melindungi masyarakat dari dampak asap karhutla.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menerbitkan surat edaran kepada masyarakat untuk mulai menggunakan masker jika kondisi udara tidak membaik.

Pemprov Jambi juga mempertimbangkan meliburkan siswa apabila kualitas udara dinilai membahayakan kesehatan, dengan perhatian khusus diberikan kepada anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Akan kita pantau beberapa hari ini, kalau memang masih seperti itu mungkin ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai mengeluarkan masker, dan kita juga memantau yang untuk PAUD apakah rawan, apakah diliburkan atau sebagainya," kata Al Haris.

ISPU Kota Jambi 105, Muaro Jambi Tembus 157

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi ISPUnet pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 09.30 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi tercatat 105 dan berada dalam kategori tidak sehat.

Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang tercatat 104.

Kondisi udara di Kabupaten Muaro Jambi tercatat lebih buruk dengan nilai ISPU mencapai 157 hingga siang hari dan masuk kategori tidak sehat.

Memburuknya kualitas udara terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan masih melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyampaikan total luas lahan yang terbakar akibat karhutla telah mencapai lebih dari 300 hektare.

Kebakaran dengan luasan terbesar berdasarkan data yang tersedia terjadi di kawasan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, dengan luas lahan terbakar sekitar 50 hektare.

Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang dinilai masih memiliki titik api, termasuk Desa Persiapan Air Merah.

BNPB Siapkan Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dukungan pesawat untuk mempercepat penanganan karhutla di Jambi.

Pesawat tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai upaya penanganan kebakaran, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"BNPB telah menyiapkan pesawat yang bisa beroperasi siang ataupun malam ketika ada bibit hujan langsung kita lakukan OMC," ungkap Bachyuni.

Sementara itu, Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memastikan kepolisian akan melakukan penyelidikan sesuai ketentuan untuk mengetahui penyebab kebakaran di wilayah tersebut.

Kepolisian juga mengajak masyarakat berpartisipasi mencegah karhutla dengan tidak membuka ataupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

"Jika melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera laporkan kepada petugas," kata Bayu Noormansyah.

Pemprov Jambi akan terus memantau kualitas udara dalam beberapa hari ke depan sebagai dasar menentukan langkah lanjutan, termasuk penggunaan masker dan kemungkinan meliburkan siswa, terutama anak PAUD.

Penulis :
Shila Glorya