
Pantau - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai keputusan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan merupakan langkah tepat untuk menjaga keamanan siswa setelah polisi menemukan ratusan senjata, dugaan narkotika, dan materi pornografi di lingkungan sekolah tersebut.
Anggota KPAI Diyah Puspitarini mengatakan kebijakan PJJ diperlukan untuk menjaga kondisi anak serta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap kondusif selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Keputusan sekolah untuk PJJ sudah sangat tepat mengingat langkah ini demi keamanan kondisi anak-anak dan menjaga kondusifitas belajar," kata Diyah saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pihak sekolah menerapkan PJJ secara penuh selama satu pekan mulai Senin (10/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026).
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di tengah berlangsungnya pemeriksaan di lingkungan sekolah.
Polisi Amankan Ratusan Airsoft Gun dan Senjata Lain
Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya mengamankan 995 unit airsoft gun dari gudang salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
Barang bukti tersebut terdiri atas 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun.
Petugas juga mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.
Selain berbagai jenis senjata tersebut, polisi menemukan barang-barang lain, termasuk CD/VCD bermuatan pornografi.
Polisi Temukan Barang Diduga Ganja dan Sabu
Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi turut menemukan dua linting yang diduga narkotika jenis ganja.
Petugas juga mengamankan satu paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu.
Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan yang masih dilakukan kepolisian untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab serta asal-usul barang di lingkungan sekolah.
Polisi hingga kini masih terus menyelidiki kasus tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



