
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian menghadapi musim kemarau serta fenomena El Nino.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengelolaan bendungan dan infrastruktur sumber daya air terus dioptimalkan agar kebutuhan air baku, irigasi, serta pengendalian banjir tetap terjaga.
"Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan," kata Dody di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Optimalisasi Bendungan Tapin juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mendukung target swasembada pangan dengan menjaga ketersediaan air irigasi di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Tampungan Bendungan Tapin Mencapai 68,12 Persen
Bendungan Tapin yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menjadi salah satu infrastruktur penyangga untuk menghadapi penyimpangan iklim ekstrem akibat El Nino di Kalimantan Selatan.
Volume tampungan Bendungan Tapin saat ini tercatat sebesar 35.957.287 meter kubik atau 68,12 persen dari kapasitas tampungan muka air normal.
Pengelola menerapkan pola operasi waduk dengan mempertahankan ketersediaan air sesuai Rencana Tahunan Operasi Waduk serta menjaga elevasi muka air pada batas operasi normal.
Bendungan Tapin juga menjaga kontinuitas air baku dan aliran sungai dengan potensi suplai air baku sebesar 500 liter per detik.
Operasi pengeluaran air atau outflow release disesuaikan secara dinamis dengan memperhitungkan aliran masuk atau inflow dari hulu serta pemodelan cuaca dari BMKG dan BRIN.
Air Baku dan Irigasi Menjadi Prioritas
Kementerian PU menerapkan urutan prioritas pemanfaatan air di wilayah hilir dengan mendahulukan kebutuhan air baku, kemudian irigasi, industri, energi listrik, dan pariwisata.
Rilis air secara teratur menuju alur sungai dan saluran irigasi juga digunakan untuk membantu mengurangi penurunan tinggi muka air tanah atau water table di kawasan sekitar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi dampak sekunder musim kemarau, termasuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Optimalisasi Bendungan Tapin juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah terhadap sektor produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan sumber daya air yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



