HOME  ⁄  Geopolitik

Amerika Serikat Mengerahkan USS George Washington ke Timur Tengah untuk Menggantikan USS Abraham Lincoln

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Amerika Serikat Mengerahkan USS George Washington ke Timur Tengah untuk Menggantikan USS Abraham Lincoln
Foto: (Sumber :MELBOURNE, 14 Agustus (Xinhua) Tim peneliti di Australia menemukan cara baru untuk membantu mencegah malaria yang dapat mengubah gigitan nyamuk dari sumber infeksi mematikan menjadi penguat (booster) imun tubuh yang berkelanjutan terhadap penyakit tersebut. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Militer Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS George Washington ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah bertugas lebih dari 250 hari dalam mendukung perang melawan Iran.

USS George Washington yang menjadi kapal induk utama Angkatan Laut AS di kawasan Pasifik terlihat melintasi Selat Malaka pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Seorang pejabat Angkatan Laut AS mengonfirmasi kepada USNI News bahwa kapal induk tersebut bergerak ke arah barat setelah melintasi Selat Singapura.

Pergantian kapal induk dilakukan di tengah laporan mengenai berbagai persoalan yang dialami USS Abraham Lincoln selama masa penugasan panjangnya.

Masalah tersebut mencakup krisis pasokan kebutuhan dasar, kontaminasi air, gangguan pipa, persoalan keselamatan dek, hingga layanan surat-menyurat.

Laporan juga menyebut adanya persoalan terkait memburuknya kesehatan mental awak kapal selama penugasan.

Senator AS Richard Blumenthal mengatakan USS Abraham Lincoln tidak pernah singgah di pelabuhan selama 200 hari dalam masa penugasan yang diperpanjang di tengah konflik dengan Iran.

Kondisi tersebut disebut mencetak rekor periode terlama kapal berada di laut.

Di tengah ketegangan perang, militer AS juga dilaporkan kehilangan sekitar 25 persen armada pesawat nirawak MQ-9 Reaper.

Laporan The Washington Post pada Kamis yang mengutip tiga pejabat AS menyebut kerugian tersebut terjadi selama berlangsungnya ketegangan perang.

Setiap MQ-9 Reaper disebut memiliki harga sekitar 30 juta hingga 50 juta dolar AS tergantung jenis sensor dan persenjataan yang dibawanya.

Total nilai kerugian militer AS akibat kehilangan pesawat nirawak tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 1,3 miliar dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan