HOME  ⁄  Geopolitik

AS Klaim Mampu Pertahankan Blokade Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Klaim Mampu Pertahankan Blokade Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
Foto: (Sumber :Arsip Foto - Bendera nasional Iran berkibar di sebuah bangunan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Senin (20/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/am..)

Pantau - Amerika Serikat mengklaim mampu mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tanpa batas waktu dengan merotasi kapal perang ke kawasan sesuai kebutuhan di tengah ketegangan kedua negara.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Panama pada Kamis (13/8/2026).

“Kami dapat mempertahankan blokade selama diperlukan. Tanpa batas waktu, Angkatan Laut AS dapat mempertahankan blokade seperti itu karena kami akan terus merotasi kapal masuk dan keluar kawasan,” kata Hegseth.

AS Andalkan Kekuatan Angkatan Laut

Hegseth mengatakan kemampuan mempertahankan blokade ditopang kekuatan Angkatan Laut AS yang menurutnya tidak dimiliki negara lain.

“Tidak ada negara atau angkatan laut lain di dunia yang memiliki kemampuan untuk membentuk dinding baja seperti Angkatan Laut AS, serta kemauan untuk menggunakannya seperti yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Hegseth, Iran tidak dapat keluar atau masuk melalui wilayah yang diblokade dan AS tidak menetapkan batas waktu untuk mengakhiri kebijakan tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga mengklaim negaranya memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz dan berjanji mempertahankan blokade laut di jalur strategis tersebut.

Iran Bantah Klaim Kendali AS

Komando pusat militer Iran membantah klaim AS mengenai kendali atas Selat Hormuz dengan menyebutnya sebagai “kebohongan dan rekayasa yang tidak berdasar”.

“Klaim palsu AS mengenai jalur normal kapal melalui Selat Hormuz, yang mencerminkan ketidakberdayaan dan kebingungan militer negara tersebut, tidak lain hanyalah kedustaan dan kebohongan yang tidak berdasar,” demikian pernyataan komando militer Iran yang disiarkan IRIB.

AS dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April 2026 sebelum menandatangani kesepakatan pada 17 Juni untuk memulai perundingan menuju kesepakatan akhir.

Perundingan kemudian terhenti akibat perbedaan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur strategis bagi pasokan energi dan perdagangan dunia.

Kedua negara kembali terlibat serangan pada 8-24 Juli 2026 ketika Washington menyerang sejumlah target di Iran dan Teheran membalas dengan menyerang sarana, prasarana, serta aset militer AS di sejumlah negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Penulis :
Aditya Yohan