
Pantau - Amerika Serikat (AS) akan menerapkan langkah sanksi ekonomi yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran mulai pekan depan di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut akan menggabungkan isolasi ekonomi dengan langkah lebih lanjut terkait pemblokiran Selat Hormuz.
"Nantikan pengumuman lebih lanjut pekan depan karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara," ujar Bessent dalam wawancara dengan Newsmax.
Ketegangan AS dan Iran Kembali Memanas
Teheran dan Washington sebelumnya menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang bermula pada 28 Februari 2026.
Namun, Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli 2026 mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.
Pasukan AS kemudian melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran yang menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) merupakan respons terhadap tindakan Iran yang menargetkan kapal komersial di Selat Hormuz.
Militer Iran membalas serangan tersebut dengan menyerang sejumlah pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz Menjadi Bagian Upaya Perdamaian
Trump pada awal Agustus 2026 mengumumkan pembatalan serangan terhadap Iran karena adanya potensi kesepakatan damai yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir Iran.
Di tengah perkembangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis rute pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Rencana sanksi terbaru AS kini menambah tekanan terhadap Iran ketika persoalan keamanan pelayaran, konflik militer, program nuklir, dan upaya diplomasi masih menjadi bagian dari ketegangan kedua negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



