HOME  ⁄  Geopolitik

Kushner dan Netanyahu Sepakati Langkah Lanjutan Gencatan Senjata Gaza

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kushner dan Netanyahu Sepakati Langkah Lanjutan Gencatan Senjata Gaza
Foto: (Sumber :Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina, Kamis (30/7/2026). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa.)

Pantau - Utusan Khusus Amerika Serikat Jared Kushner dan Benjamin Netanyahu menyepakati langkah lanjutan dalam rencana gencatan senjata di Jalur Gaza, termasuk peluang meneruskan pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Pertemuan Kushner dan Netanyahu berlangsung sekitar empat jam dan membahas sejumlah isu, termasuk perlucutan senjata Hamas, demiliterisasi, serta kesehatan masyarakat di Gaza.

"Kami sepakat dengan Netanyahu mengenai langkah ke depan. Pihak Israel akan memberikan kesempatan. Kini giliran Hamas menunjukkan apakah mereka benar-benar berniat mematuhi kesepakatan," kata seorang pejabat Board of Peace yang dikutip The Jerusalem Post, Senin (17/8/2026).

Perlucutan Senjata Hamas Dibahas

Reuters dengan mengutip sejumlah sumber melaporkan Kushner dan Netanyahu sepakat bahwa perlucutan senjata Hamas harus dilakukan sebelum pembangunan kembali Jalur Gaza.

Netanyahu juga dilaporkan menyetujui pembentukan kelompok kerja mengenai perlucutan senjata dan demiliterisasi serta kesehatan masyarakat di Gaza.

CNN sebelumnya melaporkan Kushner mendesak Israel mendukung rencana gencatan senjata yang diusulkan Amerika Serikat dan tidak "menciptakan hambatan."

Netanyahu, menurut laporan tersebut, menilai pelaksanaan rencana itu "bermasalah" karena Israel akan menggelar pemilu pada akhir Oktober.

Gencatan Senjata Berjalan Sejak Oktober 2025

Israel dan Hamas melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki pada 9 Oktober 2025 menyepakati pelaksanaan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Gencatan senjata mulai berlaku di Jalur Gaza sehari kemudian dengan pasukan Israel mundur ke garis yang disebut Garis Kuning.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel tetap menguasai lebih dari 50 persen wilayah Gaza.

Board of Peace pada akhir Juli mengumumkan Hamas telah menyetujui peta jalan untuk menjalankan tahap lanjutan kesepakatan gencatan senjata.

Rencana tersebut mencakup pengalihan kendali Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza serta pembentukan badan khusus untuk memantau pelanggaran oleh Hamas dan Israel.

Penulis :
Aditya Yohan