
Pantau - Korea Utara melalui Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengkritik latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan yang sedang berlangsung karena dinilai kembali meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Kritik tersebut disampaikan KCNA pada Rabu (19/8/2026), sehari setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pemangkasan latihan militer tahunan musim panas tersebut.
KCNA tidak menyinggung pernyataan Trump yang sebelumnya menyebut latihan gabungan itu mengirimkan “sinyal yang sepenuhnya tidak pantas dan bermusuhan” kepada Korea Utara.
Korea Utara Sebut Ketegangan Mendekati Ambang Perang
Latihan militer gabungan AS-Korea Selatan tersebut dimulai pada Senin dan dikenal dengan nama Ulchi Freedom Shield.
Latihan itu “kembali mendorong ketegangan di Semenanjung Korea ke ambang perang,” demikian komentar KCNA.
Komentar tersebut diberi judul “Kami akan menggunakan hak bela diri untuk menetralisasi ancaman militer dari pasukan bermusuhan melalui tindakan yang lebih transparan.”
Korea Utara selama ini mengecam latihan tahunan tersebut karena menganggapnya sebagai simulasi untuk melakukan invasi terhadap negaranya.
Latihan Ulchi Freedom Shield pada tahun ini semula dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus 2026.
Trump Perintahkan Pemangkasan Latihan
Trump sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai latihan militer tersebut melalui unggahan di media sosial pada Minggu.
Sehari kemudian, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah merespons permintaannya untuk berbicara.
“Kim selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat,” tambah Trump.
Media KBS Korea Selatan pada Selasa melaporkan bahwa pasukan AS dan Korea Selatan telah memutuskan memangkas latihan tersebut menjadi sekitar setengah dari durasi yang semula direncanakan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



