HOME  ⁄  Geopolitik

Korea Selatan Siap Berkontribusi Pulihkan Kebebasan Pelayaran di Selat Hormuz

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Korea Selatan Siap Berkontribusi Pulihkan Kebebasan Pelayaran di Selat Hormuz
Foto: Arsip foto - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung (sumber: BPMI Sekretariat Presiden)

Pantau - Korea Selatan menyatakan siap berpartisipasi aktif dalam upaya masyarakat internasional untuk memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, dengan bentuk kontribusi konkret masih dibahas bersama Amerika Serikat.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengatakan pemerintahnya tengah membahas kemungkinan memberikan kontribusi praktis bersama Amerika Serikat dalam upaya tersebut.

"Pemerintah Republik Korea telah berulang kali menyatakan niatnya untuk berpartisipasi aktif dalam upaya masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, untuk memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz," kata Lee melalui X.

Korea Selatan Bahas Kontribusi dengan Amerika Serikat

Lee menegaskan Korea Selatan akan terus menjalin kerja sama erat dengan Amerika Serikat terkait berbagai bentuk kontribusi yang secara praktis dapat dilakukan untuk mendukung kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, bentuk kontribusi tersebut tetap akan mempertimbangkan batas-batas yang diperbolehkan berdasarkan hukum.

Kontribusi Korea Selatan juga harus sesuai dengan prinsip-prinsip dasar kebijakan Republik Korea.

Salah satu bentuk bantuan yang sebelumnya mencuat adalah kemungkinan pengiriman kapal perang untuk membantu memastikan kebebasan dan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Trump Pernah Minta Sejumlah Negara Kirim Kapal Perang

Sebelumnya, pada Maret, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta sejumlah negara mengirimkan kapal perang untuk membantu memastikan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Negara-negara yang diminta Trump meliputi Korea Selatan, China, Jepang, Prancis, dan Inggris.

Pada Juli, surat kabar Tona Ilbo melaporkan Amerika Serikat kembali meminta sejumlah negara sekutunya mempertimbangkan pemberian bantuan militer untuk memastikan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Korea Selatan termasuk salah satu negara sekutu yang disebut dalam laporan tersebut.

Pengiriman kapal perang disebut sebagai salah satu bentuk bantuan militer yang dapat dipertimbangkan untuk membantu memastikan kebebasan dan keamanan pelayaran.

Namun, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan belum menerima permintaan tersebut dari Amerika Serikat.

Korea Selatan kini menyatakan kesiapan berkontribusi dalam upaya internasional memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, sementara bentuk konkretnya masih dibahas bersama Amerika Serikat dan harus sesuai dengan hukum serta prinsip kebijakan negara tersebut.

Penulis :
Shila Glorya