
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik Rusia-Ukraina yang terus berlanjut dan meluas hingga wilayah Rusia.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan sikap Guterres tersebut dalam konferensi pers pada Kamis (20/8/2026).
"Sekjen Guterres tetap sangat prihatin atas eskalasi konflik yang terus berlanjut ini, termasuk hingga ke wilayah Federasi Rusia," kata Dujarric.
Dujarric menegaskan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional di mana pun serangan tersebut terjadi.
Guterres terus mendesak agar ketegangan segera mereda dan gencatan senjata tanpa syarat diberlakukan dalam konflik Rusia-Ukraina.
Desakan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya konflik dan serangan yang telah menjangkau wilayah Federasi Rusia.
Rusia sebelumnya memperingatkan bahwa pasokan senjata kepada Ukraina menghambat upaya perdamaian dan membuat negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terlibat langsung dalam konflik.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan setiap pengiriman yang membawa senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada 28 Juni 2026 menyatakan negaranya berharap dialog mengenai Ukraina dengan Amerika Serikat dapat terus berlangsung setelah berakhirnya fase panas konflik Iran.
Putin menyatakan Rusia siap melanjutkan perundingan dan membahas seluruh rincian serta isu yang sebelumnya dibicarakan dalam pertemuan di Anchorage, Alaska, pada Agustus 2025.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyatakan Rusia siap menyelesaikan krisis Ukraina secara damai.
Namun, Peskov menegaskan Rusia tetap memiliki kemampuan yang cukup untuk melanjutkan operasi militer yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



