HOME  ⁄  Geopolitik

Militer Kolombia Sita dan Musnahkan 4,5 Ton Kokain Senilai Rp1,5 Triliun

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Militer Kolombia Sita dan Musnahkan 4,5 Ton Kokain Senilai Rp1,5 Triliun
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu).)

Pantau - Pasukan Militer Kolombia menyita atau memusnahkan lebih dari 4,5 ton kokain senilai sekitar 85 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun dalam operasi keamanan di Putumayo dan Santander Utara.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan operasi tersebut juga menggagalkan jutaan dosis narkotika yang berpotensi beredar di masyarakat.

Operasi Gagalkan Peredaran 7,7 Juta Dosis

"Lebih dari 4,5 ton kokain disita atau dimusnahkan, bersama dengan 300 kilogram dan 220 galon bahan baku kokain (coca base). Kami berhasil mencegah 7,7 juta dosis menjangkau jalanan dan memberikan pukulan telak terhadap keuangan kelompok kriminal senilai setidaknya 85 juta dolar AS," tulis de la Espriella di X.

Pengungkapan narkotika tersebut merupakan hasil operasi keamanan militer Kolombia di wilayah Putumayo dan Santander Utara.

Pemerintah Kolombia menyebut narkotika itu terkait dengan sejumlah kelompok bersenjata, yakni Tentara Pembebasan Nasional (ELN), Koordinator Nasional Tentara Bolivaria (CNEB), dan Komando Perbatasan (CDF).

Penyitaan dan pemusnahan kokain tersebut ditujukan untuk memutus sumber pendanaan kelompok kriminal dan bersenjata yang beroperasi di negara itu.

Presiden Kolombia Janji Hancurkan Bisnis Narkotika

"Tanpa kokain, tidak ada uang. Tanpa uang, tidak ada senjata atau terorisme. Kami akan menghancurkan bisnis mereka," lanjut presiden.

De la Espriella sebelumnya berjanji dalam kampanye presidensialnya untuk mengakhiri dialog dengan kelompok-kelompok bersenjata dan mengerahkan Pasukan Militer Kolombia melawan organisasi kriminal.

Pemerintahannya juga mengambil sikap tegas terhadap perdagangan narkotika dan gerakan yang disebut sebagai "narkoteroris" ilegal.

Operasi di Putumayo dan Santander Utara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Kolombia menekan peredaran narkotika sekaligus melemahkan sumber keuangan kelompok bersenjata.

Penulis :
Aditya Yohan