HOME  ⁄  Geopolitik

Abbas Araghchi Tegaskan Kampanye Tekanan Ekonomi Baru AS terhadap Iran Akan Gagal

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Abbas Araghchi Tegaskan Kampanye Tekanan Ekonomi Baru AS terhadap Iran Akan Gagal
Foto: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membahas kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat dan perkembangan regional dalam pertemuan dengan para duta besar dan perwakilan diplomatik dari negara-negara asing di Teheran, Iran, Selasa 16/6/2026 (sumber: Iranian Foreign Ministry)

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan ancaman sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat terhadap Iran akan mengalami kegagalan seperti berbagai kebijakan tekanan ekonomi sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi sebagai tanggapan atas pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana meluncurkan kampanye tekanan ekonomi berskala besar terhadap Iran.

Araghchi menilai sejarah menunjukkan berbagai bentuk tekanan ekonomi berat yang diterapkan Amerika Serikat tidak berhasil mencapai tujuan yang diinginkan terhadap Iran.

Araghchi Singgung Kegagalan Sanksi Sebelumnya

Melalui sebuah platform pada Jumat, 21 Agustus, Araghchi menyinggung sanksi terhadap Iran yang diterapkan Amerika Serikat dalam beberapa periode sebelumnya.

"Empat belas tahun lalu, sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah, gagal. Delapan tahun lalu, tekanan maksimum, gagal," tulis Araghchi.

Araghchi juga menyinggung seruan Trump sekitar lima bulan sebelumnya yang meminta Iran menyerah tanpa syarat.

Menurut Araghchi, seruan agar Iran menyerah tanpa syarat tersebut juga berakhir dengan kegagalan.

Araghchi kemudian menanggapi rencana terbaru Trump yang disebut sebagai "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah ada".

Menurut Araghchi, operasi ekonomi tersebut pada akhirnya akan mengalami kegagalan yang sama seperti berbagai upaya Pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran pada masa lalu.

Untuk memperkuat pernyataannya, Araghchi mengunggah gambar mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang memuat pernyataan Joe Biden pada 2012 ketika masih menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat.

Dalam pernyataan tersebut, Biden menggambarkan tindakan yang diterapkan terhadap Iran sebagai "sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah sanksi".

Unggahan tersebut digunakan Araghchi untuk menunjukkan bahwa kebijakan sanksi berat terhadap Iran telah diterapkan Amerika Serikat sejak bertahun-tahun sebelumnya, tetapi menurutnya tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan.

Trump Siapkan Perang Ekonomi dan Isolasi terhadap Iran

Sebelumnya, Trump mengumumkan niat meluncurkan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran yang disebutnya sebagai "Perang Ekonomi dan Isolasi".

Kampanye tersebut dirancang untuk memutus seluruh saluran keuangan yang dinilai mendukung Pemerintah Iran.

Dalam pengumumannya, Trump juga memperingatkan negara maupun entitas yang tetap memberikan bantuan ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi berat.

Trump turut mengajak negara-negara sekutu Amerika Serikat untuk bergabung dalam upaya melumpuhkan keuangan Iran.

Pemerintah Iran melalui pernyataan Araghchi menolak tekanan terbaru tersebut dan meyakini kampanye ekonomi Amerika Serikat tidak akan memberikan hasil berbeda dibandingkan kebijakan sanksi sebelumnya.

Penulis :
Shila Glorya