
Pantau - PT Pertamina (Persero) menjalankan program pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha untuk mendorong bisnis semakin kuat dan mandiri.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan setiap UMKM memiliki potensi dan tantangan berbeda sehingga pendampingan diberikan sesuai kebutuhan pada setiap tahap perkembangan usaha.
"Setiap UMKM memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, Pertamina mendampingi UMKM melalui akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar, yang disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap tahap pertumbuhannya agar dapat tumbuh semakin kuat, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ungkap Baron.
Pendampingan tersebut mencakup akses permodalan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga perluasan akses pasar untuk membantu UMKM berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pembinaan UMKM Dukung SDGs dan Astacita
Program pembinaan UMKM Pertamina juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Selain mendukung TPB/SDGs, program tersebut disebut sejalan dengan Astacita poin ketiga melalui penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
"Program kami juga sejalan dengan Astacita poin ketiga melalui penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas," kata Baron.
Ubi Madu Mba Boled Tumbuh hingga 20 Outlet
Salah satu UMKM yang mendapatkan pembinaan sesuai perkembangan usahanya adalah Ubi Madu Bakar Mba Boled asal Karawang, Jawa Barat.
Usaha milik Widiarti itu bermula dari sebuah toko sederhana di Karawang dengan nilai penjualan sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.
Bisnis tersebut kemudian berkembang dan kini memiliki 20 outlet yang tersebar di Karawang, Cikarang, Tambun, dan Bekasi.
Seiring dengan peningkatan skala bisnis, omzet Ubi Madu Bakar Mba Boled kini mencapai sekitar Rp300 juta per bulan dan kegiatan usahanya melibatkan sekitar 30 orang.
Momentum penting perkembangan bisnis tersebut terjadi pada 2018 ketika Widiarti bergabung menjadi salah satu pelaku UMKM binaan Pertamina.
Setelah bergabung, Widiarti memperoleh dukungan permodalan untuk mengembangkan bisnis serta mengikuti UMK Academy guna memperkuat pengetahuan dan kemampuannya dalam mengelola usaha.
Pembinaan kemudian berlanjut melalui kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran, antara lain Pertamina Eco RunFest, Inacraft, dan Pekan Raya Jakarta.
"Perkembangan usaha bukan hanya tentang meningkatkan skala bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang," kata Widiarti.
Baron menilai perjalanan Ubi Madu Bakar Mba Boled menjadi salah satu contoh perkembangan UMKM yang didorong oleh kegigihan pelaku usaha serta dukungan pembinaan.
Akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan pasar dinilai dapat memperkuat usaha sekaligus membuka peluang ekonomi serta lapangan kerja bagi masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya



