
Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah menegaskan komitmen menyelesaikan persoalan batas darat kedua negara dalam pertemuan konsultasi tahunan di Brunei Darussalam, Sabtu (22/8/2026).
Kedua pemimpin sepakat melanjutkan penetapan dan survei bagian perbatasan yang belum diselesaikan berdasarkan perjanjian serta mekanisme yang telah disepakati Malaysia dan Brunei Darussalam.
Malaysia-Brunei Targetkan Penyelesaian Batas Darat pada 2034
Berdasarkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra, Anwar dan Sultan Hassanal Bolkiah kembali menegaskan komitmen terhadap Pertukaran Surat atau EOL 2009 serta Nota Kesepahaman tentang Proses Penetapan dan Survei Bersama Batas Darat yang ditandatangani pada Maret 2012.
"Mengenai penetapan dan survei batas darat, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen terhadap Pertukaran Surat atau EOL 2009, Nota Kesepahaman tentang Proses Penetapan dan Survei Bersama Batas Darat yang ditandatangani pada Maret 2012 beserta kerangka acuan (TOR) yang dilampirkan," ungkap Wisma Putra.
Instrumen yang mengikat kedua negara tersebut mengatur mekanisme penyelesaian bagian batas darat yang belum ditentukan maupun belum ditandai.
Bagian perbatasan yang belum diselesaikan akan ditentukan berdasarkan lima Perjanjian Batas Darat yang telah ada.
Untuk wilayah yang belum memiliki perjanjian batas, Malaysia dan Brunei akan melakukan negosiasi berdasarkan prinsip daerah aliran sungai atau watershed principle.
Kedua pemimpin mengakui komitmen kuat dan upaya signifikan Tim Teknis Bersama dalam melaksanakan survei dan penetapan batas kedua negara.
Hingga kini, sepanjang 264,791 kilometer atau sekitar 50 persen dari keseluruhan batas darat Malaysia-Brunei telah disurvei dan ditetapkan secara bersama.
Anwar dan Sultan Hassanal Bolkiah menekankan perlunya mempertahankan momentum agar seluruh kegiatan survei dan penetapan bersama batas darat dapat diselesaikan pada 2034.
Sektor F-G Ditargetkan Rampung Paling Lambat Mei 2027
Kedua pemimpin memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian Sektor F-G yang mencakup wilayah perbatasan antara Negeri Sarawak, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Penyelesaian batas pada sektor tersebut ditegaskan harus semata-mata didasarkan pada prinsip daerah aliran sungai.
Malaysia dan Brunei kembali berkomitmen menentukan satu daerah aliran sungai pada Sektor F-G serta menyelesaikan proses penetapan dan surveinya paling lambat 31 Mei 2027.
Target tersebut ditetapkan sesuai dengan Pertukaran Nota atau EON 2024.
Kedua pemimpin menilai kemajuan bersama yang signifikan diperlukan untuk menuntaskan persoalan perbatasan di Sektor F-G.
Komite Teknis Bersama didorong mempercepat pekerjaan teknis pada seluruh sektor perbatasan yang belum terselesaikan, terutama sektor-sektor yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
Pekerjaan tersebut tetap mengacu pada kerangka acuan 2012 dengan mempertimbangkan sejumlah titik kesamaan pandangan yang telah dicapai kedua negara.
Keamanan Lintas Batas Turut Dibahas
Selain penetapan batas wilayah, Anwar dan Sultan Hassanal Bolkiah membahas keamanan lintas batas Malaysia-Brunei, termasuk aktivitas penyelundupan barang terlarang dan kegiatan ilegal lainnya.
Malaysia dan Brunei menilai persoalan tersebut perlu ditangani melalui kerja sama yang lebih erat antara lembaga-lembaga terkait dari kedua negara.
- Penulis :
- Leon Weldrick



