HOME  ⁄  Geopolitik

Operasi Militer terhadap Iran Menguras Anggaran Angkatan Laut AS hingga Dana Gaji Dialihkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Operasi Militer terhadap Iran Menguras Anggaran Angkatan Laut AS hingga Dana Gaji Dialihkan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) berbicara dengan para pelaut Angkatan Laut AS disela-sela demonstrasi kekuatan kapal perang Angkatan Laut AS di atas kapal induk USS George H.W. Bush di lepas pantai Norfolk, Virginia, Amerika Serikat, Minggu (5/10/2025). ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst/agr.)

Pantau - Operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan memicu tekanan keuangan serius pada Angkatan Laut AS hingga pimpinan militer mengalihkan dana yang semula diperuntukkan bagi pembayaran gaji untuk menutup kebutuhan operasi pertempuran.

The Guardian yang mengutip dokumen internal Pentagon melaporkan pada Kamis bahwa operasi militer dan pemeliharaan blokade laut telah menguras persediaan amunisi serta membuat Angkatan Laut AS hampir kehabisan dana yang tersedia.

Seorang pejabat Angkatan Laut AS mengungkapkan, “Dana untuk gaji... dialihkan untuk membiayai kebutuhan darurat di luar negeri dan kini ditutupi kembali menggunakan dana yang belum terpakai. Mereka mengisi kembali pos gaji agar kami menerima pembayaran gaji yang cukup.”

Anggaran Angkatan Laut AS pada 2026 yang mencapai sekitar 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.323 triliun dilaporkan tidak mencakup biaya operasi melawan Teheran.

Pada saat yang sama, peluang Kongres menyetujui paket pendanaan darurat senilai 67 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.188 triliun yang diajukan Gedung Putih dilaporkan masih kecil.

Laporan Center for Strategic and International Studies pada April menyatakan Amerika Serikat berisiko mengalami kekurangan kritis rudal berpemandu presisi dalam konfrontasi berskala besar pada masa mendatang akibat terkurasnya persediaan senjata.

Kondisi anggaran dan persediaan amunisi tersebut muncul ketika Angkatan Laut AS masih menjalankan operasi militer serta mempertahankan blokade laut dalam konflik dengan Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026