HOME  ⁄  Geopolitik

IRGC Menyatakan Iran Masih Berperang Secara Konvensional dan Siap Beralih ke Perang Asimetris

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IRGC Menyatakan Iran Masih Berperang Secara Konvensional dan Siap Beralih ke Perang Asimetris
Foto: (Sumber :Arsip - Masyarakat Iran menghadiri pertemuan untuk bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.)

Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan militer Iran masih menggunakan metode perang konvensional dalam menghadapi konflik dengan Amerika Serikat, tetapi siap beralih ke perang asimetris apabila diperlukan.

Penasihat senior komandan IRGC Brigjen Mohammad Reza Naqdi mengatakan Iran sejauh ini belum membutuhkan strategi perang asimetris karena masih mampu menjaga keamanannya dengan pesawat nirawak dan rudal.

Iran Sebut Perang Asimetris Belum Diperlukan

“Kami saat ini masih menjalankan perang konvensional, bukan perang asimetris. Perang asimetris berarti berperang di Wall Street dan Manhattan, perang di mana saja dan kapan saja, menggunakan kemampuan yang belum digunakan,” kata Naqdi dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al-Mayadeen, Senin (31/8/2026).

Naqdi mengatakan Iran masih mengandalkan kemampuan persenjataan yang telah digunakan untuk menghadapi ancaman keamanan.

“Belum ada kebutuhan untuk itu; kami telah mengelola dan memastikan keamanan kami dengan drone dan rudal,” ujar Naqdi.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Agustus 2026 mengumumkan operasi ekonomi terhadap Iran yang disebutnya sebagai “isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Trump juga menyerukan kepada sekutu Amerika Serikat untuk bergabung dalam upaya tersebut.

CNN dengan mengutip pejabat AS melaporkan Washington kini beralih menuju strategi “pencekikan” ekonomi secara bertahap terhadap Iran setelah sebelumnya menggunakan pendekatan militer sejak akhir Februari 2026.

Konflik Iran dan Amerika Serikat Belum Terselesaikan

Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.

Teheran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan terhadap target Amerika Serikat.

Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni 2026 yang bertujuan menghentikan permusuhan antara kedua negara.

Namun, kedua pihak kembali saling menyerang tidak lama setelah nota kesepahaman tersebut ditandatangani.

Konflik Iran dan Amerika Serikat hingga kini masih belum terselesaikan di tengah berlanjutnya tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026