HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Mendukung Pakta Pertahanan Mekkah sebagai Cerminan Persatuan Negara Islam

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Iran Mendukung Pakta Pertahanan Mekkah sebagai Cerminan Persatuan Negara Islam
Foto: (Sumber :Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/HO-irangov.ir).)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan dukungan terhadap terwujudnya Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi karena dinilai mencerminkan persatuan dan solidaritas negara-negara Islam.

Kepresidenan Iran menyampaikan sikap tersebut dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (31/8/2026).

"Kami menyambut Perjanjian Mekkah, Presiden Iran menyatakan bahwa Iran senantiasa meyakini persatuan dan solidaritas negara-negara Islam dapat mencegah rezim Israel menyerang negara Muslim dengan mudahnya," demikian pernyataan dari Kepresidenan Iran.

Iran berharap negara-negara lain di kawasan dan dunia Islam dapat berpartisipasi serta memperluas kerja sama di bidang pertahanan, politik, ekonomi, dan budaya.

Iran Belum Menerima Undangan Resmi

Iran sebelumnya menyatakan pada 24 Agustus 2026 bahwa Teheran belum menerima undangan resmi untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Mekkah.

Teheran telah menerima tawaran untuk berdialog mengenai isu keamanan kolektif di kawasan Timur Tengah.

Pakta Pertahanan Bersama Mekkah yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026 menjadi dasar penguatan kerja sama deterensi kolektif dengan menetapkan serangan bersenjata terhadap salah satu pihak sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Kesepakatan tersebut juga memproyeksikan peningkatan kerja sama dan koordinasi militer serta pelaksanaan sejumlah proyek bersama dalam industri pertahanan.

Turki Tegaskan Pakta Tidak Ditujukan Menyerang Negara Tertentu

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menegaskan Pakta Pertahanan Mekkah tidak ditujukan untuk menyerang negara tertentu saat bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, Kirgistan.

Fidan juga memastikan kesepakatan tersebut membuka peluang bagi negara lain untuk menjadi anggota baru.

Peta jalan mengenai perluasan keanggotaan tengah dikembangkan dan prinsip-prinsip kerja sama dalam pakta tersebut masih disusun.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026