
Pantau - Departemen Perang Amerika Serikat (DOW) meluncurkan model kecerdasan buatan ChatGPT Mil untuk digunakan secara aman dalam lingkungan militer dan mendukung berbagai tugas personel Pasukan Gabungan.
“Departemen Perang hari ini meluncurkan ChatGPT Mil dari OpenAI, menandai kemampuan AI generasi terbaru yang tersedia di GenAI.mil, platform AI generatif utama milik Departemen,” kata DOW dalam siaran pers, Senin (31/8/2026).
DOW menyatakan peluncuran ChatGPT Mil menjadi tahap adopsi dari kemitraan antara Departemen Perang dan OpenAI yang dibentuk pada 2025.
ChatGPT Mil telah memperoleh otorisasi untuk menangani Informasi Tidak Terklasifikasi Terkendali (CUI) pada Impact Level 5 (IL5) dan dirancang untuk penggunaan yang aman serta konsisten.
ChatGPT Mil Masuk Ekosistem AI Militer
DOW menyebut penggunaan ChatGPT Mil ditujukan untuk mempercepat pekerjaan rutin sehingga personel dapat mengalokasikan waktu untuk tugas lain yang lebih penting.
“Penerapan ini mempercepat tugas-tugas rutin dan membebaskan waktu untuk proyek yang lebih penting di seluruh Pasukan Gabungan,” kata DOW.
Integrasi ChatGPT Mil ke GenAI.mil bersama kemampuan AI lainnya membentuk ekosistem AI multimodel untuk mendukung personel militer Amerika Serikat.
Pentagon Juga Luncurkan Grok
Dalam siaran pers terpisah, DOW mengumumkan peluncuran perdana Grok milik Starshield AI yang juga memperoleh otorisasi CUI dan IL5.
“"AI Grok Starshield untuk Pemerintah memungkinkan Pasukan Gabungan menjalankan misi dengan lebih cepat dan presisi dalam berbagai konteks operasional,” kata DOW.
Departemen tersebut menyebut penggunaan AI dapat mencakup analisis riset pasar bagi personel pengadaan hingga pengelolaan rantai pasok untuk petugas logistik.
Pentagon berencana terus memperluas pemanfaatan AI generasi terbaru sebagai “pengganda kekuatan” di seluruh Pasukan Gabungan Amerika Serikat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




