
Pantau - Pemerintah China mengirim gelombang kedua bantuan kemanusiaan ke Nepal untuk mendukung penanganan bencana banjir bandang disertai lumpur di kawasan perbatasan kedua negara yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan bantuan tersebut mencakup sejumlah peralatan yang dibutuhkan dalam operasi penanganan bencana.
"Gelombang kedua pasokan bantuan yang diberikan China kepada Nepal diharapkan akan dikirim hari ini. Pasokan ini mencakup barang-barang yang sangat dibutuhkan seperti drone, peralatan dan 'reagen' untuk pengujian DNA, serta peralatan untuk pemurnian air dan penerangan," kata Guo dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (1/9/2026).
China sebelumnya telah memberikan bantuan tunai darurat dan bantuan kemanusiaan kepada Nepal, sementara gelombang pertama bantuan sebanyak 50 ton telah tiba di Kathmandu.
"Para ahli pengujian DNA China juga akan segera berangkat ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk membantu Nepal dalam operasi mereka," tambahnya.
Operasi Penyelamatan Terkendala Jalan dan Komunikasi
Guo mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih menghadapi kendala karena akses jalan dan komunikasi di sejumlah daerah terdampak longsor terputus.
Risiko munculnya bencana sekunder juga masih menjadi ancaman bagi petugas yang melakukan operasi di lapangan.
"Operasi penyelamatan dan bantuan intensif masih berlangsung. China akan memberikan informasi terkini tepat waktu tentang bencana dan operasi penyelamatan dan bantuan," ungkapnya.
China saat ini berupaya mencari dan menyelamatkan warga negaranya serta warga negara asing yang masih belum ditemukan.
"Pada saat yang sama, kami menjaga komunikasi yang erat dengan kedutaan asing di China untuk bersama-sama mengidentifikasi warga negara asing yang hilang dan menangani masalah tindak lanjut dengan tepat," ujarnya.
China juga terus berkomunikasi dengan Nepal mengenai pertukaran informasi pencarian dan penyelamatan, pencegahan bencana sekunder, informasi meteorologi dan hidrologi, konsultasi profesional, serta sistem peringatan dini.
"Kami akan terus memberikan dukungan kuat kepada Nepal dalam penanggulangan bencana, memperkuat kerja sama dalam pencegahan dan mitigasi bencana, dan melindungi kepentingan bersama kedua bangsa," katanya.
Korban Tewas Tembus 1.056 Orang
Jumlah korban meninggal akibat tanah longsor di wilayah utara Nepal telah mencapai 1.056 orang berdasarkan laporan China Central Television (CCTV) yang mengutip kepolisian Nepal pada Selasa (1/9/2026).
Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana Nepal mencatat sebanyak 4.247 orang masih hilang, termasuk 590 warga asing dari 39 negara.
Lebih dari 10.000 orang telah berhasil diselamatkan setelah bencana, termasuk lebih dari 323 warga negara asing.
China mengerahkan lebih dari 2.100 personel dalam operasi pencarian dan penyelamatan bersama ratusan kendaraan serta ribuan peralatan penyelamatan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




