
Pantau - Mantan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Selasa, 1 September, mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri sebagai anggota Parlemen Inggris setelah 11 tahun mewakili daerah pemilihan Holborn dan St Pancras di London.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri kiprah Starmer di Majelis Rendah Inggris setelah sebelumnya ia juga meninggalkan jabatan sebagai perdana menteri.
Starmer menyatakan akan mengalihkan fokus kegiatannya pada "urusan internasional" setelah meninggalkan parlemen.
Dalam pernyataan kepada surat kabar lokal Camden New Journal, Starmer mengatakan dirinya merasa sekarang merupakan "waktu yang tepat" untuk meninggalkan Majelis Rendah Inggris.
Starmer Akhiri 11 Tahun sebagai Anggota Parlemen
Starmer telah menjadi anggota parlemen selama 11 tahun dengan mewakili Holborn dan St Pancras di London.
Ia menggambarkan pengalamannya menjadi wakil rakyat di daerah tersebut sebagai "kehormatan dan hak istimewa yang luar biasa", ungkapnya kepada Camden New Journal.
Pengunduran diri Starmer akan menyebabkan digelarnya pemilihan sela untuk menentukan anggota parlemen baru yang mewakili Holborn dan St Pancras.
Keputusan terbaru itu menyusul pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Inggris pada 20 Juli.
Jabatan Perdana Menteri Beralih kepada Andy Burnham
Posisi perdana menteri yang ditinggalkan Starmer kemudian diisi oleh Andy Burnham.
Dalam pidato terakhirnya sebagai perdana menteri di luar 10 Downing Street, kediaman resmi perdana menteri Inggris, Starmer mengatakan, "Pekerjaan saya telah selesai."
Pengunduran diri Starmer sebagai perdana menteri terjadi setelah meningkatnya gejolak di dalam partai yang berkuasa.
Kondisi politik tersebut juga dipengaruhi hasil pemilu yang buruk serta penurunan dukungan publik yang berlangsung dalam waktu lama.
Dengan pengunduran diri dari parlemen, Starmer kini mengakhiri masa 11 tahunnya sebagai wakil Holborn dan St Pancras sekaligus menutup kiprahnya di parlemen setelah sebelumnya meninggalkan pemerintahan.
- Penulis :
- Shila Glorya




