HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Peringatkan Bahan Peledak Sisa Perang di Suriah, Hampir 2.500 Warga Sipil Jadi Korban

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Peringatkan Bahan Peledak Sisa Perang di Suriah, Hampir 2.500 Warga Sipil Jadi Korban
Foto: (Sumber :Sebuah tanda peringatan terpasang di depan satu bangunan rusak yang telah diberi pembatas selama operasi pembersihan ranjau di area Jobar, Damaskus, Suriah pada 26 Januari 2026. (Xinhua/Ammar Safarjalani).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan ancaman mematikan bahan peledak sisa perang di Suriah setelah lebih dari 1.400 insiden dilaporkan sejak 8 Desember 2024 dan mengakibatkan hampir 2.500 korban sipil.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) menyatakan kontaminasi bahan peledak masih mengancam tempat tinggal serta aktivitas warga dalam bekerja, bepergian, dan mencari nafkah.

"Selama sepekan terakhir, tercatat belasan insiden yang melibatkan bahan peledak di enam provinsi Suriah, yang menewaskan sembilan orang, enam di antaranya anak-anak, serta melukai 13 orang lainnya," kata pihak UN OCHA.

Ranjau Darat Tewaskan Lima Anak

UN OCHA melaporkan sebuah ranjau darat menghantam kendaraan sipil di Kegubernuran Deir ez-Zor pada Senin (31/8/2026).

Insiden tersebut menewaskan lima anak dan menyebabkan tiga warga sipil lainnya mengalami luka-luka.

Kegubernuran Raqqa mencatat jumlah tertinggi insiden ledakan sisa bahan peledak sehingga menunjukkan bahaya peninggalan perang masih mengancam wilayah Suriah utara.

Sejak 8 Desember 2024, lebih dari 1.400 insiden bahan peledak sisa perang telah dilaporkan di seluruh Suriah dengan hampir 2.500 korban sipil, termasuk 880 orang meninggal dunia.

Lebih dari dua pertiga insiden tersebut terjadi di lahan pertanian dan penggembalaan yang menjadi tempat masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.

PBB Dorong Pembersihan Bahan Peledak

UN OCHA menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya operasi pembersihan bahan peledak berskala besar untuk mengurangi ancaman terhadap petani, penggembala, dan warga yang bepergian antardesa.

Mitra yang terlibat dalam penanganan bahan peledak sisa perang juga menekankan pentingnya edukasi mengenai risiko kepada masyarakat.

Operasi pembersihan serta bantuan kepada warga terdampak dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi penduduk sipil dan memungkinkan mereka kembali ke tempat tinggal dengan aman.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026