
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut peran Selat Hormuz dalam pengangkutan minyak akan berkurang seiring pembangunan jaringan pipa dan berkembangnya jalur alternatif melalui Suriah di tengah ketegangan dengan Iran.
Trump mengatakan pembangunan jalur tersebut memungkinkan minyak dari kawasan Timur Tengah diangkut tanpa harus selalu melewati Selat Hormuz.
"Pipa-pipa sedang dibangun sekarang. Jalan melalui Suriah, yang luar biasa, sedang dibangun dan sebenarnya sudah terbuka. Orang-orang membawa minyak dengan truk melalui Suriah, truk-truk besar yang mengangkut minyak," kata Trump kepada wartawan, Jumat.
"Sejumlah alternatif untuk Selat Hormuz sedang dibuat. Selat Hormuz tidak seperti dulu lagi ... mereka (Iran) pada akhirnya akan memiliki Selat Hormuz yang tidak lagi terlalu diperlukan. Pipa-pipa sedang dibangun di seluruh Timur Tengah sehingga mereka tidak perlu melalui Hormuz," katanya.
Pengiriman Minyak Melalui Hormuz Menurun
Trump pada Kamis mengunggah gambar di Truth Social yang menunjukkan sekitar 18 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz, turun dari sekitar 20 juta barel per hari sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Trump sebelumnya menyatakan pada 18 Agustus bahwa Selat Hormuz telah terbuka bagi pelayaran, meski blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan.
Selat Hormuz tetap menjadi salah satu jalur penting perdagangan energi global, tetapi lalu lintas pelayaran melalui kawasan tersebut dilaporkan turun signifikan akibat ketegangan regional.
Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kapal yang melintas disebut hanya tersisa sedikit, sementara kapal tanker minyak berukuran besar dan pengangkut gas nyaris berhenti menggunakan jalur tersebut.
Hormuz Selama Ini Jadi Jalur Strategis Energi
Sebelum eskalasi konflik, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz.
Pemerintah Amerika Serikat kini mendukung pengembangan rute alternatif, termasuk melalui Suriah, untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur strategis tersebut.
Pembangunan jaringan pipa di kawasan Timur Tengah menurut Trump akan membuat pengangkutan minyak memiliki lebih banyak pilihan sehingga peran Selat Hormuz tidak sebesar sebelumnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




